Kamis, 25 Juni 2015

Kegiatan Perpustakan SMK N 1 Ngawi semester genap tahun 2014/2015

Assalamualaikum.....

Lama tidak mengisi blog ini. Apa kabar.... Moga baik-baik aja....
Di tahun 2015 ini banyak kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan. maaf baru meng-upload sekarang.
Lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten Ngawi dapat juara 3 dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2015.


Bersamaan dengan lomba perpustakaan, SMKN 1 Ngawi juga mengikuti lomba Implementasi Budaya Baca tingkat Kabupaten Ngawi, dapat juara 2.



Ni kegiatan siswa pustakawan bekerja sama dengan redaksi mading SMKN 1 Ngawi.
Lomba mading memperingati HUT SMKN 1 Ngawi ke-24.









Tahun ini lumayan seru. moga tahun depan lebih seru n maju. Cukup sekian dulu.
Terima kasih .....
Daaaa...........


Jumat, 08 Maret 2013

Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala


Tidur merupakan kebutuhan alami tubuh yang musti di penuhi. Dengan tidur metabolisme tubuh kita akan ditata kembali. Dengan tidur yang berkualitas sel-sel dalam tubuh kita akan melakukan regenerasi untuk mengganti sel-sel tubuh yang mati. Namun demikian banyak dari kita yang belum memperhatikan cara tidur yang baik. Ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap gulita. Padahal tidur dalam kondisi lampu menyala dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.


Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika takut pada kegelapan.

Senin, 10 September 2012

Daftar Buku yang sering di pinjam


NoJudul BukuStatusDi Pinjam
1MAWAR BIRU BINTANGKUAda15 Kali
2RUMAH LEBAHKosong15 Kali
3CEWEK MATREAda15 Kali
4THE MIRACLE BOYSKosong15 Kali
5BIDADARI BERSAYAP BIRUAda14 Kali
6PUCUK CINTA BOUGENVILLEKosong14 Kali
7TIC TOC TIC TOC QUARTER LIFE'S TALEKosong14 Kali
8PANGERAN LANGITKosong14 Kali
9CINTA SUKA MENGGODAKosong13 Kali
10MARMUT MERAH JAMBUAda13 Kali
11PARADISEAda12 Kali
12ROMANSA SINGAPURAKosong12 Kali
13ROMANSA SINGAPURAKosong12 Kali
14PANGERAN KATAK DAN CIUMAN MESRAKosong12 Kali
15UNIK TAPI FAKTA (2)Ada11 Kali
16FORGOTTEN LOVEKosong11 Kali
17CINTA COWOK IDOLAKosong11 Kali
18TERSENYUMLAH UNTUK CINTAKosong11 Kali
19ABOUT LOVEKosong11 Kali
20PESANTREN ILALANGKosong11 Kali
21KAFEKosong11 Kali
22DIA, TANPA AKUKosong11 Kali
23PERAHU KERTASAda11 Kali
24CINTA PERTAMAKosong11 Kali
25ATAS NAMA CINTAAda11 Kali
26CEMARA 7 BULAKSUMURKosong11 Kali
27LOVE LIESAda11 Kali
28LOVE LIESAda11 Kali
29LOOKING FOR LASKAR CINTAKosong11 Kali
30LOOKING FOR LASKAR CINTAKosong11 Kali
31ZIKIR DO'A CINTAKosong11 Kali
32ZIKIR DO'A CINTAKosong11 Kali
33BUKU SAKU SAKTI UAN SMK BISMENKosong11 Kali
34TAWA ITU IBADAHKosong10 Kali
35TELPUN YUK TELPUNAda10 Kali
36KEMBAR KEEMPATKosong10 Kali
37MARMUT MERAH JAMBUKosong10 Kali
38NEGERI 5 MENARAKosong10 Kali
39HAYAMI MASUMI-KUKosong10 Kali
40BISIKAN SURGAKosong10 Kali
41KERETA API HANTUKosong10 Kali
42COKLAT STROBERIKosong10 Kali
43BOULEVARDAda10 Kali
44DIARY SI BOCAH TENGILAda10 Kali
45DIARY SI BOCAH TENGILKosong10 Kali
46DIARY SI BOCAH TENGILKosong10 Kali
47SIMFONI CINTAKosong10 Kali
48RUMAH BARU VINKAKosong10 Kali
49LAJANG DAN NIKAH SAMA ENAKNYA , SAMA RIBETNYAKosong10 Kali
50PANGERAN KATAK DAN CIUMAN MESRAKosong10 Kali

Daftar peringkat peminjam paling aktif

Periode 1 April - 11 September 2012
NoNamaPeminjaman
1ARIESKA DIAN SAPUTRI69 Kali
2SITI LATIFAH56 Kali
3SITI RUKAYAH54 Kali
4NINING HAPSARI54 Kali
5RISKA NILANSARI51 Kali
6IMA FARIDHOYANI48 Kali
7DIAN SITI NURLATIFAH44 Kali
8HESYI DWI WAHYUNI42 Kali
9PENI DWI WIJAYANTI39 Kali
10SURTI NURPITA SARI38 Kali
11PURWANTI38 Kali
12AGUSTIN AMBARWATI37 Kali
13LILIS KHOLISAH36 Kali
14DEWI RATNA S36 Kali
15EKA SETIYANI34 Kali
16LUSIANA IKE S33 Kali
17SUSI MARWIAH32 Kali
18DYAH NOOR F32 Kali
19ERNAWATI (JUNI)31 Kali
20YUNITA ARISANTI29 Kali
21SITI MAHMUDAH SK29 Kali
22FITRI IKE DAMAYANTI29 Kali
23NURINAWATI28 Kali
24INSANI MIFTAHUL J27 Kali
25VENI RISTIANI26 Kali
26RAHMA REVALDA DUTA PUTRI26 Kali
27PIPIT PUJIASIH24 Kali
28NUR SANTI RAHMAWATI24 Kali
29TRIAS AGUSTINA23 Kali
30EVA LARASATI23 Kali
31WINDA DWI L23 Kali
32TRI YULIA NURHALIMAH22 Kali
33CHORINDA MARGERIA SOVA22 Kali
34DINA MARCELINA22 Kali
35FITHROTUL FAIZAH22 Kali
36ICHTIAR KRISTIANTI20 Kali
37MEI SARTIKA20 Kali
38DWI NUR MU'ARIFAH20 Kali
39ELLY KUSUMANINGRUM20 Kali
40VINA RISTIANA20 Kali
41AYU ANTIN ANGGRAENI19 Kali
42RETNO SRIATUN19 Kali
43TIARA WINDI ASMARA PUTRI19 Kali
44YOHANA HERAWATI19 Kali
45IKA AGUSTINA SARI19 Kali
46VITA KUSUMA RAHAYUNINGSIH18 Kali
47DESY ARIYANI18 Kali
48NUR ENDAH CAHYANI18 Kali
49IIS FITRIANI18 Kali
50KARTIKA SARI18 Kali

Jumat, 01 Juni 2012

LOMBA MENULIS CERPEN (1)


Keberuntungan Ada Dalam Kesempatan
(Karya : Erviana_XI AP 1)

Kemarin adalah hari ulangtahunku. Tepatnya tanggal 16 Februari 2012. Hari yang bersejarah itu, ku habiskan dengan berkumpul bersama Fia, Andin, dan Risa di atas rumput taman sekolah. Bersama kue tart coklat polos,berhiaskan 2 buah lilin putih,berdiameter 25 cm itu kami merayakan ulangtahunku yang ke 17 tahun. Aku memang sengaja hanya mengundang sahabat-sahabatku saja, karena aku tahu jika aku mengundang teman-teman sekelas untuk ikut merayakan hari kelahiranku itu, kue yang ku beli seharga Rp.17.500,00 dari hasil jerihpayahku menabung selama satu minggu tersebut tidak akan cukup untuk sekedar mengganjal perut mereka. Maka dari itu juga aku memilih waktu sepulang sekolah untuk merayakannya, dimana tak banyak siswa yang masih berkeliaran di lingkungan sekolah.
Tapi walau hanya sekedar pesta kecil seperti tadi siang, aku sedikit senang sahabat-sahabatku tetap bersuka cita menemaniku meniup lilin, apalagi mereka juga memberiku beberapa kado yang istimewa. Aku cukup senang dengan hal itu. Namun terlepas dari itu semua, aku tak pernah mengharapkan hari ulangtahunku akan terjadi di tahun ini, tahun depan, dan tahun-tahun yang akan datang. Aku tak ingin umurku bertambah jika aku tahu hidupku akan berubah seiring dengan bertambahnya usia sang waktu.
Sebelumnya aku tidak ingin menjadi anak yang sering bolos sekolah, menyendiri dalam ruang-ruang yang sempit seperti orang sakit jiwa, apalagi menjadi sosok yang tak punya masa depan atau harapan seperti sekarang, itu bukan kemauanku yang sebenarnya. Namun aku juga tak mengerti mengapa bisa begini. Hanya saja sejak orangtuaku yang tercinta berubah, aku mulai senang dengan dunia yang asing seperti ini. Begitupun dengan perayaan ulangtahunku,aku tak berharap orangtuaku mau menemani untuk sekedar mengucapkan selamat ulangtahun padaku.
“Ervina, tetap semangat yah. Semua manusia memiliki keberuntungan yang tersembunyi, bersyukurlah atas apa yang kau miliki, karena itu adalah keberuntunganmu.”
Aku ingin menangis ketika membaca tulisan sahabat-sahabatku pada kartu ucapan yang mereka selipkan di antara sepasang boneka kucing kecil yang mereka hadiahkan. Seketika itu juga aku duduk bersandar pada tembok kamarku sambil memeluk boneka tersebut.
“terimakasih kawan-kawan, aku berjanji untuk menghargai hidupku lebih dari sekarang” kataku sambil menangis.
Akupun tidak sadar jika aku tidur dilantai malam itu. Hingga ayam berkokok aku baru bisa bangun dan menggigil kedinginan. Namun baru saja aku menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka, aku mendengar percakapan antara Ayah dan Ibu di ruang makan.
“tidak usah banyak bicara! Urus saja urusanmu sendiri.”
“baiklah terserah kau saja, kau memang sok pintar!”
“siapa yang peduli!! Pergi ya pergi saja tidak usah banyak bicara. Aku sudah muak!”
Serasa mendengar petir yang tak berhenti menyambar di pagi yang mendung . Sungguh sangat keras dan terasa sakit sekali di telinga ketika mendengar pertengkaran kedua orangtuaku di hari sisa-sisa ulangahunku. Iyah, mereka memang sedang bertengkar bahkan bisa dibilang sangat sering bertengkar. Tak peduli pagi atau malam mereka kerap kali mengumandangkan pertengkaran hebat yang membuatku gila. Mungkin mereka mempertahankan keegoisan dan harga diri. Selebihnya entah apa yang mereka pikirkan, aku tak pernah tahu. Yang aku lihat hanyalah banyak perabot dan hiasan-hiasan rumah hancur berantakan menjadi korban pelampiasan amarah saat Ayah pulang ke rumah. Entah karena apa mereka begitu. Entah karena apa mereka tak lagi menjadi Ayah dan Ibuku yang dulu, yang selalu memberi perhatian dan kelembutan, yang selalu memberi kasihsayang dan senyuman manis, yang selalu bertutur halus dan mendidik, bukan seperti sekarang ini. Semua berubah menjadi neraka yang dibalut atas nama keluarga. Namun karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini aku tak lagi merasa heran dan aku mencoba menjadikan hal yang sebenarnya luar biasa ini menjadi makanan ringan yang begitu pahit untuk disantap menjadi pelengkap semangat, walaupun sebenarnya begitu menyakitkan untuk bisa ku terima di usiaku yang seharusnya bahagia.
Melihat aku yang tengah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, mereka tak lagi meneruskan pembicaraan sengit lagi. Namun Ayah tiba-tiba keluar rumah bersama mobilnya sembari memasang wajah yang emosi tanpa bicara sepatah katapun.
“aku berangkat,bu. Nanti aku pulang agak sore, aku mau belajar kelompok di rumah Fia.” Pamitku pada ibu yang mematung di samping rak buku.
Aku menghampiri dan mencium tangannya kemudian memandangnya sebentar. Ibu hanya diam dengan pandangan kosong. Akupun tak tahan melihat ibu begitu, lalu aku putuskan untuk kembali melanjutkan langkahku menuju sekolah dengan pikiran yang tak karuan.
“semangat.....semangat....semangat....semangat....” kataku pelan mencoba menyemangati diri sambil menampari wajahku yang muram.
Sesampai di sekolah aku mencoba menarik senyum selebar-lebarnya, memasang wajah yang ceria dan menghapus rasa malasku. Walau keluargaku sudah tak lagi memberi perhatian yang lebih, aku tetap tak ingin menjadikannya alasan untuk aku tak semangat dalam belajar.
“pagi Ervina.....” sapa Andin seraya menjajarkan langkahnya denganku.
“pagi juga.....Fia sama Risa kemana? Kok ga bareng? “ jawabku santai
“mereka sudah nangkring di kelas katanya mau buru-buru ngerjain PR”
“yah dasar mereka tuh, jadi kutu ndengkur aja kalo di rumah hehehe....”
Akupun memulai belajar dengan semangat karena telah mendapat suasana baru di sekolah. Namun ketika hendak pulang sekolah aku sering kali sedih dan marah, melihat teman-temanku banyak yang dijemput Ayah atau ibunya. Bukan karena orangtuaku sibuk dengan pekerjaan,sehingga mereka tak bisa menjemput atau mengantarku, namun sejak aku kelas 3 SD mereka memang tak lagi punya waktu untukku. Hingga pada suatu ketika aku menanyakan alasan kepulangan Ayah yang tidak menentu kepada ibu. Waktu itu Ibu hanya memberi penjelasan bahwa mereka sudah tak lagi akur dan aku baru bisa menyadari makna dari penjelasan itu adalah sebenarnya mereka telah bercerai. Hal itu baru bisa aku mengerti setelah aku berumur 12 tahun.
“IKUTI LOMBA MENULIS PUISI YUK, TEMANYA BEBAS, HADIAHNYA UANG TUNAI SENILAI Rp.600.000,00 lhoooo....UNTUK 2 ORANG PEMENANG......”
Membaca potongan selembar koran berlumuruan minyak goreng yang ku temukan di tepi jalan, ketika hendak pulang sekolah tersebut aku sedikit tertarik. Aku pikir tidak ada salahnya jika aku ikut. Apalagi mengetahui hadiah yang ditawarkan cukup menarik aku semakin semangat untuk membaca persyaratan lomba. Sesampai di rumah aku mencari kumpulan-kumpulan puisi yang telah ku buat. Setelah memilah-memilah akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan karya puisiku yang berjudul “Keluargaku adalah Keberuntunganku.”
Selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya tibalah pada hari pengumuman pemenang lomba yang akan dicantumkan pada koran Pendidikan. Di tengah perjalanan menuju ke sekolah aku iseng membeli koran tersebut. Sebenarnya aku tidak yakin jika aku dapat memenangkan lomba yang diikuti ratusan orang tersebut, apalagi pemenang hanya diambil 2 orang, ditambah lagi mengingat karya-karya puisiku yang biasanya hanya sebatas menjadi pelengkap untuk mading sekolah yang jarang diperhatikan apalagi diapresiasikan. Aku sedikit pesimis dengan diriku sendiri. Setelah membuka sedikit demi sedikit halaman koran tersebut, akhirnya aku menemukan halaman yang memuat nama-nama pemenang lomba menulis puisi tersebut. Ku bimbing pandangan mataku untuk mencari namaku yang mungkin tertulis pada salah satu baris, dan benar saja namaku tertulis menjadi pemenang di urutan ke dua. aku hampir ak percaya . Tak bisa kugambarkan betapa terkejut dan senangnya aku mengetahui hal tersebut.
Setelah hari itu aku mencoba mencari sisi positif dari kehidupanku yang mungkin tak sesempurna orang lain. Uang hasil menang lomba itu aku tabung untuk modal membeli laptop. Walau mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi aku akan selalu optimis. Lebih dari itu, yang paling penting adalah aku senang bisa menyadari ternyata banyak hal yang menyenangkan yang belum aku temui di luar sana. Sungguh sedikit menyesal mengapa pada hari-hari yang lalu aku menjadi orang yang bodoh hingga menyia-nyiakan masa mudaku dengan percuma. Walaupun orangtuaku tak lagi bisa memberi kasihsayang seperti dulu, harusnya aku tetap bersyukur masih bisa menjadi anak yang dapat menikmati saat-saat duduk di bangku sekolah saat ini. Iyah, ternyata aku masih terlalu beruntung. Tapi keberuntungan hanya akan bisa aku dapatkan dengan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya tanpa lupa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan saat ini.
Mengetahui puisi-puisi dan cerpen-cerpenku ternyata selain bisa dijadikan media untuk menampung seluruh keluhan dan sukacita, tapi dapat dijadikan sebagai pekerjaan sambilan yang menghasilkan uang, aku tak lagi ragu untuk terus menulis apalagi setelah kakak Andin yang bekerja sebagai editor majalah yang cukup terkenal di Indonesia mau membantuku untuk mengembangkan karya-karyaku menjadi sebuah buku, aku semakin semangat untuk kembali hidup menjadi manusia baru. Namun walau begitu aku tetap berkeinginan menjadi seorang psikolog di kemudian hari nanti, Karena sejak dulu aku ingin mengenal banyak orang dengan mendalami sisi-sisi jiwa mereka yang tersembunyi. Mungkin dengan aku menjadi psikolog aku dapat memahami alas an orangtuaku memilih untuk bercerai dibanding tinggal bersama.  

LOMBA MENULIS CERPEN (2)


DI SINI ADA SETAN????
Oleh : Vina Ristiana X AP 2

Suasana sepi begitu dirasakan ketika memasuki perpustakaan. Murid-murid terklihat serius dengan buku yang sedang mereka baca. Suasanapun teraa semakin mencekam ketika yang terdengar hanyalah suara helaian balikan kertas pada halaman buku yang dibalik. Dan suara detik jam yang menambah suasana sunyi. Tanpa disadari seorangpun terlihat seorang siaswi terduduk di bangku di sudut belakang perpustakaan. Sekilas baju yang dikenaknnya tak jauh berbeda dengan seragam yang dikenakan oleh siswa lain dalam ruangan itu. Namun baju itu terlihat koyak, kotor lusuh dan terlihat beberapa ceceran darah memenuhi bebrapa bagian bajunya. Sepatu yang dikenakannya pun hanya satu, itupun sudah lusuh sedangkan kaki lain hanya mengenakan kaos kaki lusuh yang membungkus kaki kurusnya.
Tiba-tiba terdengar senandung lirih dari siswi yang sedari tadi menunduk ittu. Pada awalnya hanya senanduing lirih namun semakin lama semakin keras. Merasa terganggu dengan senandung tersebut seorang siswi yang duduk di seberang bangu itu menoleh untuk mencari sumber suara. Namun yang ia temukan hanyalah sesosok perempuan yang terduduk di lantai dengan pososo merangkak dan bergerak manuju arahnya. Semakin lma semakin smandekat dan buku yang ada di tangannya terjatuh dan saat hendak mengambilnya kembali, yang ada di hadapannya adalah sesosok wajah menyeramkan dengan darah dimana-mana dan sebelah bola mata yang tak pada tempatnya. Kini menatapnya dan,,,,,
“Arrrrrrgggggggghhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!”
“Hahahaha dasar penakut kamu. Lihat giru aja langsung pingsan, huh dasar penakut!” cibir Rene pada Ike sahabatnya.
“Dasar jahat! Tega ya ngerjain aku, kamu kan tahuu aku itu penakut, malah dikerjain. Pakai jaddi suster ngesot segala lagi. Dasar kurang kerjaan.” Ujar Ike setelah bangun dari pingsannya. Kesal, Ia melempar bantal ke muka temannya.
“Habis, jadi orang kok penakut banget. Hahah. Eh dengerin ya, dimana-mana hantu iotu nggak ada. Yang ada juga di film-film. Aku mah nggak begitu percaya sama yang begituan!” balas Rene dengan mimic serius.
“Yaudah kalau nggak percaya, aku sumpahin ya, kamu bakal ketemu sama tuh setan, biar nyaho’ and biar kamu percaya kalu yang begituan itu emang ada” ucap Ike seraya bangun dari tempat tidur.
“Eh, kamu mau kemana?
“Ke kantin, ikut nggak?” ajak Ike.
“Nggak ah, pingin di sini dulu, kali-kali ada setan lewat, kan asik tuh, bias foto bareng, hehe upload deh ke facebook” ejek Rene usil. “ Ogah, yaudah aku ke kantindulu, hati-hati lo, nanti ada setan lewat hahah” potong Ike sambil berl;ari.
“Aku nggak takut” teriak Rene dari dalam UKS.
*************

Setelah Ike keluar, tinggal Rene seorang diri di UKS. Sambil berbaring di tempat tidur, Rene mulai merasakan seolah olah ada sesosok yang berdiri di balik pintu. Namun hal itu tak dihiraukannya. Dlam hati Rene berkata mungkin gak si setan itu ada?? Halah, paling juga boongan emang dasar orang- prang aja yang penakut. Hmm
Namun suasana di ruang itu semakin aneh dan dingin. Tanpa dirasanya sesosok bayangan anak kecil berlari di luar UKS.
“ ehhh…. Jangan lari lari, ntar jatoh sukurin lu..pala lu benjol kaya tuyul” ujar Rene sambil bangun dari tidurnya sertakeluar UKS. Namun yang dihadapinya hanyalah lorong kosong sunyi tranpa suara.
“Loh, kok nggak ada sih? Tadi kan tuh anak lewat sini, cepet amat larinya. Aku aja kalah. Dasar anak kecil.” Terheran-heran Rene celingukan di pintu UKS. Tiba-tiba Ia merasa bulu kuduknya merinding, dan memutuska untuk pergi dari UKS.


********************\

“Eh, kamu pernah denger nggak tentang sejarah sekolah kita” nyamnyam celoteh Ike pada Rene sambil ngemil.
“Enggak, emang kenapa? Nggak ada urusannya sama aku” sahut Rene dari Balik buku yang dibacanya/
“Huh, dasar cewek aneh” goda Ike tertawa.
“Ih, bodo teuing soal itu” sahut Rene tak tertarik.
“Denger ya, sekolah kita sebelum jadi kayak gini dulunya bekas tempat pmbantaian minoritas cina gitu waktu penjajahan Belanda, dan tahu nggak sih, konon arwah mereka yang belum sempet dikuburin pada gentayangan. Ih, serem banget nggak sih?” celoteh Ike serius. Mulai tertarik Rene menutup bukunya,
“Emang mayatnya nggak ditemuin ya? Pada gentayangan?” Tanya Rene.
“Huum sih katanya. Jadi arwah mereka pada……..” tiba-tiba Rene memotong
“Ihihihihi,mana kepalaku,,,”
“Ah, nggak lucu tahu, bercandanya” ujar Ike sembari melempar buku Rene.
“Hahaha, dasar penakut, cemen” goda Rene sambil menjulurkan lidahnya.
Tiba-tiiba “ssssttt dilarang rebut di perpustakkaan.” Kompak Rene dan Ike mencari sumber suara. Ternyata suara penjaga perpustakaan yang terdengar. Dengan malu Rene dan Ike pun terdiam namun sesekali terdengar tawa mereka samar.
***************


Dengan langkah tegap Rene berjalan di antara etalase toko mall kelapa gading. Karena hari minggu maka Rene memutuskan untuk refereshing ke mall. Tiba- tiba perutnya terasa keroncongan dan ingin memekan sesuatu. Lalu Rene berjalan menuju lift yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri.
Sampai di pintu lift, Rene menekan tombol 3 untuk menuju ke lantai 3 yang terdapat banyak toko dan caffe. Saat pintu terbuka, Rene masuk dan.. merasakan kejanggalan di dalam lift. Cuek, Rene menghiraykannya.
Tiba tiba saat di dalam lift Rene mencium bau busuk yang sanga menyengat dari arah belakangnya. Semakin lama semakin tajam dan memenuhi rongga hidungnya. Merasa tak nyaman, Rena perlahan menengok ke belakangnya. Dan bau itu semakin menusuk hidungnya. Saat ia menoleh ke belakang tiba-tiba...
Seorang wanita yang sedari tadi berada di belakangnya tenga meliriknya dan tertawa..
“maaf mbak saya kentut” ^_^ ucap wanita itu.


*******
The End

LOMBA MENULIS CERPEN (3)


GADIS BERGAUN SURGA
Oleh : Siti Zubaidah XI AK 2

Udara segar dan cerah menyambut hariku pagi ini. Hangatnya sinar mentari menyentuh kulitku. Indah sapaanya mengiringi langkah menuju istana belajarku. Dengan niat meraih mimpi-mimpi yang akan ku raih suatu saat nanti.Ku langkahkan kaki dengan penuh ambisi.Namaku Latif Muhammad Ikhsan , teman-teman biasa memanggilku Latif. Aku sekarang duduk dibangku kelas XI SMA salah satu sekolah didaerahku.Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah pilihanku.Hari ini adalah hari terakhir ulangan Sumatif ,Sudah aku persiapkan dengan baik. Dengan belajar, iringan do’a dan ibadah lainnya dan aku berharap hasilnya kelak akan baik dan tidak mengecewakan,tentu itulah do’a setiap pelajar seperti halnya denganku,tentu berharap Tuhan selalu menyempatkan Ridho-Nya .amin..
Kakiku melenggang dengan pasti. Seperti biasa ku awali hari ini dengan senyuman yang lebar disetiap langkahku. Kusapa setiap orang di sepanjang perjalananku.Perasaan bahagia terlihat jelas diraut wajahku.Tak sanggup ku menepis perasaan yanng sungguh membingungkan ini. Entah mengapa aku merasa begitu bahagia . ”Apa ada sesuatu atau memang hari ini adalah penerimaan raport ?? “ Bergumam dalam hati. Namun sontak tatapan mataku terpaku pada anugerah yang sangat luar biasa bagiku. ”Subhanallah....” ku ucapkan dari hati dimana aku mengaguminya. Hatiku ingin berpaling tapi mataku tak berkedip.Betapa cantiknya gadis yang berjalan berlawanan arah dariku. Gadis berjilbab yang terlihat amat manis dan berwajah teduh, hatiku jadi gugup tak karuan. Darahku terus mengalir berontak mau tumpah. Langkahnya yang lembut,gadis itu bersampingan denganku sambil menundukan pandanganya dengan tenang. Kacaunya perasaanku saat itu.Lemas langkah kakiku dan aku masih tak bisa menanta hatiku .
Gedubrakkk......
Sampai aku tak melihat apa yang ada didepanku ,akhirnya gerobak bubur ayam milik pak Oyon yang berada dipinggir jalan tepatnya didepan gedung sekolahku itu jadi sasaran salah tingkahku.

Hati-hati to le kalau jalan ya lihat depan jangan melamun“ tegur bapak separuh baya itu.
iya pak maaf tadi saya tergesa-gesa pak” jawabku dengan nada yang masih tersendat-sendat.
iya sudah tidak apa-apa tapi lain kali jangan begitu,kan yang rugi kamu juga jadi benjol kepala kamu eh bukan kepala tapi fikiran yang ada dikepala kamu” sahut pak Oyon sambil tersenyum.
Ah bapak ini bisa saja,ya sudah saya masuk dulu ya pak”
iya Tif jangan nyeleweng lagi ya “ jawab pak Oyon itu dengan lantang.

Begitu sampai dikelas,”Astagfirullah...aku kan pernah baca buku . pandangan pertama adalah anugerah namun seterusnya adalah dosa” . Setelah ku mengingat hal itu , aku pun langsung mengalihkan fikiranku namun wajah gadis penuh cahaya itu masih tersimpan utuh dalam bayanganku.
Teet teet teet....
Bel yang ku tunggu-tunggu akhirnya berbunyi.Udara segar diluar ruangan akhirnya kembali kunikmati.Waktu sudah menunjukan pukul 15.15 pelajaran telah usai dan saatnya berolah raga sore . Mengalunkan melodi hentakan kakiku yang penuh semangat .Sesampai dipersimpangan tepatnya tempat pertemuan dengan gadis berjilbab itu .Fikiranku melayang seakan menembus awan terbayang akan betapa indahnya ciptaan Tuhan yang begitu mengagumkan itu.
Lagi dan lagi aku di kagetkan .
Tapi kali ini bukan karena gadis itu atau pun gerobak pak Oyon.
Hayooo.. melamun lagi ,untung saja gerobaknya tak dorong ,kalau ada didepan kamu pasti sudah ditabrak lagi,” Tegur bapak berkumis tipis itu dari belakangku.
Astgfirullah pak Oyon bikin kaget saja,,!! Tapi sudah tidak melamun pak “ jawabku menutupi rasa malu yang masih terlihat jelas di wajahku.
“Ya Allah hidungnya sampai kayak badut begitu,dia tidak lewat lagi ya ?” Goda pak Oyon.
Ah bapak ini,sudah ah pak saya mau pulang “ dengan rasa yang tak menentu saya segera berjalan pulang.
hehehe ya sudah hati-hati lo” pesan pak Oyon sambil melambaikan tanganya ke arahku.
iya bapak Oyon “jawabku
Setelah suasana yang membuatku malu bukan kepalang itu,kulanjutkan langkahku yang sempat tersendat dengan kekacauan fikiranku yang berhasil di buyarkan oleh pak Oyon.
Masih terselib dimataku pemandangan indah dibalik jilbab yang mengagumkan itu.Wajah yang teduh menyimpan banyak keistimewaan.Begitu indah terang cahaya bulan mampu terkalahkan dengan sinar mata yang menghiasi cantik diwajahnya.Tak mampu aku menepis semua yang telah masuk dalam penglihatanku.Hampir disepertiga malam aku lantunkan do’a untuk menghilangkan pandangan kala itu.Namun apa dayaku sebagai hamba yang tak mampu menghindar dari semua yang telah terjadi.”Kunikmati sajalah anugerah ini “ pikirku dalam angan yang masih melayang.
Anugerah terindah yang di perlihatkan-NYA padaku hari yang lalu. Begitu terlihat jelas dalam rona wajahku yang tiap kali mengingatnya ,aku senyum tak menentu. Benar-benar aku telah mengaguminya. Dan hari ini aku telah mengawali dosaku. Kuulangi pertemuan itu. Langkah kakiku berjalan pelan seakan berkompromi dengan hatiku yang berharap dia akan datang. Ya..benar harapanku pun terjawab, namun kali ini dia bersepeda perlahan,dan masih dengan khasnya yaitu mengenakan jilbab yang tampak begitu menyegarkan.Saat ku pandang sosok yang mengagumkan dari jauh dengan laju sepedanya yang tenang itu.Tak dapat kupungkiri indah kepribadianya telah mengacaukan mataku..Tiba-tiba ia melintas dengan jarak yang sangat dekat denganku.Dengan penuh percaya diri aku pun tersenyum kepadanya.Dia pun juga tersenyum ,namun bukan denganku melainkan dengan ibu pemilik warung dipinggir jalan dimana aku sedang melangkah .
Mari bu ,,, “ sapaanya dengan nada yang lembut dan senyumannya yang mempesona.
iya Nur hati-hati ya” jawab ibu itu.
Tak terduga dalam benakku ,gadis yang ku kagumi itu merasa ku perhatikan.Dan ia menyempatkan tersenyum kepadaku meski hanya sekejab namun hal itu mampu menumpahkan keringat dingin ditubuhku.Merinding bulu kuduku seolah ada sesuatu yang beda menggetarkan jiwaku.Namun dari pertemuan kedua itu aku jadi tahu siapa nama gadis itu.Nur.... ya Nur namanya.
Sejak pertemuan yang tak terduga itu aku mulai sedikit berubah.Aku yang dulu sangat lugu namun kini sudah lebih bisa berinteraksi.Abiku juga berpendapat demikian. .Saat aku tengah asik membaca buku disudut kamarku,Abi datang menghampiriku.
Latif ,bagaimana hasil nilaimu semester ini ?” tanya abiku.
Alhamdulillah baik bi” sambil kutunjukan raportku yang baru kuambil kemarin.
Alhamdulillah,abi lihat kamu sedang bahagia?” melihatku sambil tersenyum.
Biasa saja bi,tapi saya sedang mengagumi seseorang” jawaku dengan jujur.
Ya abi tahu maksudmu,tapi jangan dijadikan bumerang untuk menjatuhkan nilaimu ya,hal itu wajar namun jadikanlah itu untuk memacu semangatmu” tanggapan abi terhadap jawabanku.
iya abi “ jawabku malu.
Ya sudah segeralah tidur hari sudah larut malam” nasehat abi.
Setelah percakapan itu ,abiku kembali kekamarnya.Aku pun segera larut dalam alam yang membawaku dalam dunia angan .Dan seperti biasa ku terbangun di sepertiga malam.Sejenak ku panjatkan apa yang menjadi munajatku.Kala itu aku merasa hal yang ku alami hari-hari itu adalah cobaan yang harus kulalui.Disisi lain aku dapat lebih bersyukur dan memuji-Nya dengan mengakui bahwa memang benar DIA menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya.
Mengagumkan...
Gadis itu benar-benar sudah membuat aku selalu memuji-NYA. Kini aku bisa setiap hari bertemu denganya. Bahkan kemarin lusa aku berhasil berbincang denganya.Kala itu aku sedang bersepeda ria bersama umiku di alun-alun kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumaku..Tanpa sengaja botol minuman jatuh dari sepeda yang dinaiki Umiku.Dan aku pun bergegas mengambilnya .Setelah aku mengambil botol itu.Segera aku menghampiri umiku yang duduk dibawah ringin kembar di tengah taman alun-alun.bersama seorang gadis.
Pemandangan yang sangat menyegarkan ketika ku melihat Nur sedang berbincang dengan umiku dan aku masih berdiri lemas didekat umiku.Betapa konyolnya tingkahku saat itu,yang lebih mengherankan umiku begitu akrab denganya yanag membuatku merasa semakin mengagumi gadis itu.

Umi dengan siapa? “ ku panggil umiku dan basa-basi bertanya.
Iya tif mana botolnya ,umi haus,ini Nur !” sahut Umi.
Oh iya mi ini botolnya” ku jawab dengan nada yang tersendat –sendat.
Nur pun tersenyum terhadapku,Ku balas senyumanya dan aku mulai bertanya.....
lho ukhti kog disini?” tanyaku gugup.
Iya tadi saya membantu umi hampir jatuh dari sepeda” jawabnya dengan nada yang halus.
Alhamdulillah .. terima kasih ya” sahutku.
Iya sama-sama ,kalau begitu saya permisi dulu “ ia berpamitan.
Hati-hati ya nduk,terima kasih” Jawab Umiku.

Lagi dan Lagi dia tersenyum kepadaku eh bukan kali ini kepada umiku.Dan aku tercengang aku melihat bola matanya yang indah itu.Sungguh ini adalah sebagian rezeki yang malang melintang datang padaku.”Astagfirullah hal itu terulang lagi,subhanallah mengapa bidadari itu begitu indah dan mengagumkan ya Allah” bisik dalam hati.
Beruntung atau celakahlah diriku?” sempat terbesit tanya dihatiku.Setiap malam hanyalah bergumam tentang Nur ,Si gadis berjilbab yang mempesona.Betapa hebatnya lalki-laki yang berhak memilikimu kelak.Tak hanya indah diparas wajahmu namun indah juga akhlakmu.Jagalah keindahanmu wahai Nur.
Subhanallah .. begitu mengejutkan ,KAU telah izinkan aku untuk melihat wanita salihah perhiasan dunia yang sementara ini.Tutur katanya memancarkan cantiknya wanita muslimah yang ku inginkan kelak jadi pendmping ku dimasa yang Engkau kehendaki .Isi hatiku ketika a ku benar-benar mengagumi Makhluk Tuhan itu.Hidup ini sontak menjadi tantangan tersendiri disaat ku mulai merasakan indahnya hal yang merupakan anugerah-Nya.Untuk hidup ini aku mensyukuri atas semua hikmah dibalik kejadian ini.Betapa banyak pelajaran yang dapat aku posisikan agar menentukan jalan hidupku yang lebih baik.Indahnya dunia yang sempat membawaku terlena akan makhluk-Nya.Tersadar akan banyaknya limpahan keindahan dunia yang harus dijaga dan disyukuri.
Sungguh Luar Biasa...
Gadis itu telah mengubahku pintar merangkai kata ,menjadi seorang yang puitis.Dengan mengutamakan ibadah,mengaji serta diimbangi dengan budi luhur yang sopan dan santun. Kaulah yang mampu mengangkat derajat wanita muslimah Mungkin ini cobaanku dimana sekarang aku sudah beranjak naik kelas XII , namun aku menikmatinya. Sungguh aku penggemarnya, aku mengagumi sosok yang mampu menyimpan keindahanya, menjaga kehormatannya agar orang lain tak mampu menikmatinya dengan Cuma-Cuma. Dibalik jilbab itulah yang membuatku kian mengagumi Gadis Bergaun Surga .

Nur .... cahaya ....
Cahayamu memancarkan semua yang kulihat dari kodrat seoranng muslimah. Kau telah membuatku tak henti mengucap syukur pada-NYA.


Beruntunglah dirimu Nur......
Gadis yang mampu membuatku selalu tersenyum tak menentu .Gadis yang membuatku tak mampu berkedip kala memandangmu.. Cepatlah kamu pergi karena dengan terus memandangmu aku akan dosa. Tapi ku tafakuri ciptaan-NYA yang membuatku mengagumimu. Semoga tak hanya kamu wanita muslimah yang mampu menjaga jilbabnya.