Selasa, 15 Juni 2010

Profil Program Keahlian Akuntansi

A. Misi Program Keahlian Akuntansi

Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang akuntansi mandiri dan siap mengisi pasar global

B. Sasaran Mutu Program Keahlian Akuntansi tahun 2008/2009

1. Mendidik, melatih dan mengajar sebanyak 226 siswa program keahlian
akuntansi dengan target pencapaian ketuntasan belajar minimal 6,00 untuk
mata diklat normatif adaptip dan 7,00 untuk mata diklat produktif
2. Melaksanakan uji kompetensi siswa program keahlian akuntansi dengan
target peningkatan nilai 60% siswa memperoleh nilai minimal 8,00 menjadi
65% siswa memperoleh nilai minimal 8,00
3. Mendatangkan guru tamu dari dua lembaga/instansi/kantor untuk
meningkatkan kompetensi siswa program keahlian akuntansi
4. Melengkapi sarana praktik siswa berupa 10 unit komputer
5. Menyusun,mencetak dan menggandakan 4 jenis modul berbahasa Indonesia
dan 6 jenis bahan ajar bilingual akuntansi untuk proses pemelajaran siswa
masing –masing 40 exemplar
6. Mengikutsertakan 1 (satu) orang siswa program keahlian akuntansi dalam lomba
promosi ketrampilan siswa tingkat jawa timur dengan memperoleh peringkat 15 besar
7. Meningkatkan relevansi pelaksanaan prakerin siswa program keahlian akuntansi
dari 20 DU/DI terbaik menjadi 25 DU/DI
8. Mengikutkan 3 guru akuntansi dalam diklat peningkatan kompetensi bidang komputer
akuntansi

C. Jobs Discription

JOB DISCRIPTION
PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI
SMK NEGERI 1 NGAWI


1. Koordinasi dengan wakasek dalam rangka pelaksanaan penerimaan siswa baru.
2. Membekali peserta didik dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang
kompeten dalam bidang akuntansi
3. Menumbuhkan wawasan kepada peserta didik tentang profil program keahlian
akuntansi
4. Menyelenggarkan proses pembelajaran secara selaras dan berkesinambungan
5. Menyertakan siswa program keahlian akuntansi dalam Ujian Nasional
6. Mengembangkan fasilitas pemelajaran praktik pada program keahlian akuntansi



D. Standar Kompetensi Program Keahlian Akuntansi
Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya

E. Tujuam Proram Keahlian Akuntansi
Membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten :
1. Mengelola bukti transaksi keuangan
2. Mengelola buku jurnal
3. Mengelola buku besar
4. Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa
5. Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang
6. Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan manufaktur
7. Aplikasi komputer akuntansi

SEJARAH SINGKAT SMK NEGERI 1 NGAWI

Diawali dengan SK Mendikbud Nomor ; 178/C/Kep/I/1989 tanggal 04 Juli 1989 tentang pedoman pelaksanaan alih fungsi SPG menjadi Sekolah lanjutan Tingkat atas (SLA) lain, dan nomor : 0426/O/1991 tanggal 15 Juli 1995 tentang Pengalihan Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Guru Olah Raga menjadi Sekolah lanjutan Tingkat Atas Lain, maka sejak tahun pelajaran 1989/1990 SMEA Negeri 1 Ngawi lahir.
Pada tahun pertama sampai dengan menjelang akhir tahun ketiga dipimpin oleh Bapak WACHID, BA, mantan Kepala SPG Negeri Ngawi, dengan membuka 2 (buka) jurusan, yaitu Jurusan Keuangan dan Perdagangan. Dengan masing-masing program studinya Akuntansi dan Manajemen Pemasaran.
Menjelang akhir tahun 1991/1992, tepatnya pada tanggal 29 Agustus 1992 dengan SK Ka Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Timur Nomor : 37774/A2.1.2/C/1992 secara resmi pimpinan SMEA Negeri Ngawi diserah terimakan dari Bapak WACHID, BA (karena pensiun) kepada Bapak Drs. M. SOERODJO.
Pada tahun pelajaran 1993/1994 dibuka Jurusan baru yaitu Jurusan Perkantoran dengan Program Studi Ketata Usahaan.
Sehingga sejak tahun pelajaran 1993/1994 SMEA Negeri Ngawi mempunyai 3 Jurusan dengan 3 program studi, masing-masing yaitu ;
- Keuangan dengan Program Studi Akuntansi
- Perdagangan dengan Program Studi Manajemen Perdagangan/Manajemen Bisnis.
- Perkantoran dengan Program Studi Ketata Usahaan/ Sekretaris.
Sampai dengan pertengahan tahun pelejaran 1992/1993 tenaga gurunya terdiri 76 % mantan guru SPG, 24 % guru Kejuruan sebagai tenaga inti SMEA, mulai masuk akhir tahun 1994/1995 kondisi ketenagaan sudah menjadi 90 % tenaga yang sesuai dengan latar belakangnya sedang 10 % masih belum.
Pada tanggal
Nama SMEA diganti menjadi SMK yaitu Sekolah Menengah Kejuruan
Dengan kepala sekolah : Drs. SANTOSO
Dan sesuai SK no : SMK Negeri 1 Ngawi Ditetapka menjadi SBI
Pada tanggal 01-01-2007 Kepala SMK Negeri 1 Ngawi diganti oleh Drs. DJAROT NUGROHO
Dan Pada tahun Pelajaran 2007/2008 membuka Jurusan baru yaitu Tehnik Komputer & Jaringan
Maka pada SMK Negeri 1 Ngawi ini menjadi 4 Program Keahlian yaitu :
1. Administrasi Perkantoran
2. Akuntansi
3. Penjualan
4. Tehnik Komputer & Jaringan
Banyak kekurangan-kekurangan disana-sini oleh karena itu SMK Negeri 1 Ngawi masih belum dapat mensejajarkan diri dengan SMK lain yang rata-rata sudah mendekati usia 30 tahun keatas.
Kami yakin walau usia terpaut banyak namun dalam waktu relative singkat usaha untuk menyetarakan diri dengan SMK yang lain akan dapat menjadi kenyataan.

Senin, 14 Juni 2010

PENERIMAAN SISWA BARU

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 NGAWI
Bidang Studi Keahlian : Bisnis dan Manajemen, Teknologi Informasi dan Komunikasi
Jalan Teuku Umar No.10 Telp. 0351-749517 Ngawi
Email : smkn1ngwi@yahoo.co.id web : www.smkn1-ngw.sch.id

PENGUMUMAN
Nomor : 420/394/404.101.12.k01/2010

Pada tahhun 2010/2011 SMK Negeri 1 Ngawi menerima siswa baru dengan syarat-syarat sebagai berikut :

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN :

1.KETENTUAN UMUM
a.Dinyatakan lulus SMP, SMPLB, MTs atau yang sederajat dengan menunjukkan bukti ijazah asli dan Surat Keterangan Lulus Hasil Ujian Nasional.
b.Berusia setinggi-tingginya 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran 2010/2011.
c.Tidak buta warna dan tidak memiliki kelainan fisik dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
d. Bersedia dengan sepenuh hati membuat surat pernyataan siswa, yaitu untuk menjalankan apa yang menjadi kewajibannya.
e.Orang tua siswa sanggup membuat surat pernyataan Orang Tua yaitu untuk mendukung semua program sekolah yang sudah disepakati, menjalankan kewajiban membimbing dan mengawasi putranya.
f.Bertaqwa, berbudi luhur, berkepribadian, sehat rohani dan menjalankan agama yang dianutnya.
g.Mentaati pelaksanaan Adiwiyata, Wawasan Wiyata Mandala serta ketentuan peraturan Sekolah, seragam dan kegiatan lainnya.

2.TATA CARA PENDAFTARAN DAN SELEKSI :
a.Calon Peserta Didik/ Siswa harus datang sendiri.
b.Calon siswa SMK dapat memilih 2 (dua) Kompetensi Keahlian, pilihan pertama dan kedua sesuai urutan prioritas pilihan. Selanjutnya mengisi formulir dan mendaftarkan ke petugas pendaftaran.
c.Seleksi penerimaan calon peserta didik mengguunakan Nilai Hasil Ujian Nasional, yang diolah berdasarkan bobot dan ranking serta urutan pilihan Kompetensi Keahlian.
d.Calon peserta didik, harus menyertakan surat keterangan dokter yang dikeluarkan oleh Tim Kesehatan SMKN 1 Ngawi. (Tes kesehatan dilakukan di SMKN 1 Ngawi).
e.Nilai akhir yang digunakan sebagai kelulusan seorang calon siswa dinyatakan diterima atau tidak diterima sebagai siswa SMKN 1 Ngawi adalah sebagai berikut:

N.A. = (NUN IPA x 2) + (NUN BIG x 3) + (NUN MAT x 3) + (NUS PPKN x 1) + (NUN BIN x 1) + (NUN IPS x 1)

Keterangan :
NA = Nilai Akhir calon peserta didik
NUN = Nilai Ujian Nasional
NUS = Nilai Ujian Sekolah
IPA = NUN Ilmu Pengetahuan Alam
BIG = NUN Bahasa Inggris
MAT = NUN Matematika
PPKN = NUS PPKN
BIN = NUN Bahasa Indonesia
IPS = NUS Ilmu Pengetahuan Sosial

f.Bila pada akhir perangkingan terdapat nilai yang sama:
1.Menggunakan nilai tertinggi digit ke-3 dibelakang koma
2.Melihat nilai tertinggi dari mata ujian NUN dengan urutan Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

g.Syarat Pendaftaran Calon Siswa
1.Mengisi formulir yang telah disediakan
2.Menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional Asli dan Fotocopynya 1 lembar legalisir
3.Menunjukkan ijasah asli dan menyerahkan foto copynya sebanyak 2 (dua) lembar dilegalisir.
4.Menyerahkan Surat Keterangan Hasil Uji Kesehatan.
5.Menyerahkan pas foto hitam putih ukuran 3 x 4 sebanyak 2 (dua) lembar.

h.Kompetensi Keahlian yang dibuka di SMK Negeri 1 Ngawi adalah :
-Administrasi Perkantoran -Teknologi Komputer Jaringan (TKJ)
-Penjualan/Marketing -Teknik Elektro Industri (TEI)
-Akuntansi

i.1.Bagi Cadangan statusnya adalah sebagai pengganti bilamana ada calon peserta dinyatakan diterima mengundurkan diri
i.2.Cadangan per kelas maksimum 2 (dua) orang calon peserta didik.

3. TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN
a.Tempat pendaftaran : DI SMK NEGERI 1 NGAWI
Jalan Teuku Umar No. 10 Ngawi
b.Pengambilan formulir : 21 Juni s.d. 25 Juni 2010
c.Pendaftaran/Entry Data : 1,2,3 dan 5 Juli 2010
d.Pengolahan Nilai : 6 Juli 2010
e.Pengumuman : 7 Juli 2010
f.Daftar Ulang : 7 Juli s.d. 8 Juli 2010 Pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB
g.Pelaksanaan MOS : 12, 13, 14 Juli 2010

4.SYARAT-SYARAT LAIN YANG BELUM JELAS BISA DITANYAKAN DI TEMPAT PENDAFTARAN.
Ket : * Khusus Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran Tinggi Badan Minimal adalah 147 cm.

Ngawi, 07 Juni 2010
Kepala Sekolah

Ttd.

Drs. DJAROT NUGROHO,M.Pd.
NIP. 19590220 188403 1 006

Jumat, 11 Juni 2010

TIPS MERAWAT PRINTER

1. Gunakan Printer Secara Periodik
Untuk mencegah kualitas cetakan yang buruk, gunakan printer secara periodik sedikitnya 2-3 kali seminggu. Hal ini akan membuat aliran tinta dari lubang tetap lancar. Jika termasuk jarang menggunakan printer, barangkali perlu secarik kertas untuk mengingatkan Anda mencetak dengan tinta warna atau hitam putih sedikitnya 2 kali seminggu untuk menjaga kelancaran aliran tinta.
2. Matikan Printer Jika Tidak Digunakan
Jangan lupa untuk selalu mematikan printer jika tidak digunakan. Hal ini akan mencegah menutupnya lubang-lubang aliran tinta dalam kepala printer.
3. Bersihkan Kotoran Dalam Printer
Bersihkan bagian dalam printer setiap 1 atau 2 minggu, tergantung seberapa sering dan seberapa banyak Anda menggunakan printer. Hal ini akan menjaga kemampuan printer Anda dalam mencetak. Jangan lupa mengamati apakah ada benda-benda yang tertinggal dalam printer seperti penjepit kertas dsb. Jangan simpan printer di tempat berdebu atau penuh serangga. Jika memang tempatnya berdebu, ada baiknya bungkus printer dengan plastik untuk melindunginya dari kotoran.
4. Jagalah Cartridge Dengan Baik Ketika Mengganti Tinta
Cartridge printer dipenuhi penghubung listrik yang halus. Benda ini mungkin rusak jika diperlakukan sembarangan. Bisa jadi sinyalnya dengan komputer menjadi putus atau hasil cetakannya buruk. Karena itu, perlakukan cartridge dengan hati-hati.
5. Gunakan Diagnotic Tools
Seluruh printer mempunyai software pertolongan tentang bagaimana merawat atau mengatasi permasalahan mengenai printer tersebut. Sediakan waktu mempelajarinya. Mungkin saja informasi yang disediakan bisa menolong Anda mengatasi permasalahan dalam printer Anda.
6. Matikan Printer Jika Gagal Mencetak
Kegagalan dalam mencetak atau error message yang kadang muncul, terkadang bisa diatasi dengan mematikan tombol printer, kemudian mencabut kabel daya sedikitnya selama 10 menit. Setelah itu, masukkan lagi kabel daya tersebut pada colokannya, nyalakan printer dan cobalah mencetak kembali. Cara seperti ini seringkali mampu mengatasi kegagalan mencetak dengan baik.

TIPS PERAWATAN BUKU DAN TEMPATNYA

Membersihkan adalah hal paling mendasar dari perawatan buku dan tempatnya. Karena tugas ini sering menghabiskan banyak waktu maka banyak orang yang sering menunda-nunda pekerjaan tersebut. Padahal tindakan ini merupakan penyumbang terbesar dalam rangka pelestarian koleksi. Tindakan membersihkan buku dan tempatnya dari debu dan kotoran maka akan tercipta lingkungan yang mendukung dan bisa mengurangi datangnya masalah lain seperti bau tidak sedap, jamur, serangga. Berikut ini merupakan tindakan-tindakan perawatan lainnya yang akan menjaga koleksi Anda.
A. Tips Merawat Buku
1. Biasakan untuk segera memberi sampul plastik pada buku.
2. Sediakan pembatas buku untuk menandai batasan buku yang sedang dibaca.
3. Hindarkan buku dari air, minyak, makanan, tanaman, debu dan panas matahari langsung atau lampu yang berkekuatan tinggi.
4. Jangan menaruh rak di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
5. Hindari memfotokopi buku karena bisa merusak benang/lem jilid buku.
6. Jangan biasakan menandai dengan tinta warna-warni pada bagian penting buku yang sedang dibaca.
7. Ketika akan mengambil atau membaca buku, sebaiknya kondisi tangan benar-benar kering dan bersih.
8. Jangan sekali-kali menggunakan buku sebagai alas tidur, tempat duduk, pengganjal barang dan lainnya
9. Koleksi majalah supaya tidak tercecer sebaiknya dibundel.
10. Beri sampul tambahan untuk buku-buku lama. Gunakan kertas polos yang sedikit tembus pandang agar cover asli buku masih bisa dilihat.
11. Buatlah label buku yang berisi identitas pemilik buku.
12. Catatlah dengan tertib jika buku dipinjamkan.
13. Tatalah buku berdasarkan kategori/katalogisasi tertentu untuk memudahkan pencarian.
14. Kalau perlu buat inventarisasi koleksi buku Anda di komputer.

B. Tips Merawat Tempat Buku
1. Pastikan tempat buku tidak lembab dan memiliki sirkulasi udara yang memadai.
2. Jangan biasakan membawa buku dengan memasukkan ke dalam tas yang sudah penuh, atau ukurannya lebih kecil dari ukuran buku.
3. Hindari menyimpan buku-buku terlalu lama di dalam kotak kardus. Asam dari kotak kardus bisa pindah ke buku. Akibatnya, buku berubah warna jadi kekuning-kuningan
4. Jika memakai rak dari kayu, pastikan diberi lapisan supaya buku tidak kontak langsung dengan kayu yang juga mengandung asam.
5. Jika memakai rak buku tertutup, usahakan agar sering dibuka supaya ada sirkulasi udara.
6. Jangan memaksa mengisi rak terlalu penuh.
7. Menyimpan buku dalam box-box plastik atau kotak penyimpanan sejenisnya juga bisa jadi pilihan yang baik.
8. Posisi buku jangan sampai ditumpuk, sebaiknya berdiri dan berjajar ke samping. Kelompokan berdasarkan tingginya supaya tidak terjadi kerusakan pada punggung-punggung buku yang lebih tinggi jika digabungkan dnegan buku yang pendek.
9. Rak buku sebaiknya tidak langsung menempel ke dinding dan level paling bawah rak buku harus berjarak beberapa senti meter di atas lantai agar terhindar dari genangan air dan kelembaban yang berlebihan.
10. Kalau jumlah koleksi buku kita belum bisa memadati rak, gunakan pengapit buku (bookend). Buku yang dijejer terlalu longgar di rak buku, akan mudah roboh dan rusak. Pilihlah bookend yang tipis supaya bisa menyelip dengan mudah di bawah buku.
11. Lakukan perawatan berkala, seperti;
o Membersihkannya dari debu. Untuk mengurangi penumpukan debu maka bersihkanlah area di sekitar rak (lantai disapu dan dipel).
o Merotasi posisi buku tiap dua pekan sekali.
o Untuk mengusir ngengat, mengurangi bau tak sedap, menghambat pertumbuhan jamur, menyerap air (kelembaban di udara), dan mencegah kutu, maka bisa dengan beberapa alternatif (pilihlah satu-dua cara) di antaranya;
o Taburlah kamper di sela buku atau di pojok rak.
o Biji-biji lada putih yang dibungkus potongan kain.
o Serpihan arang kelapa dimasukkan ke dalam amplop bertutup rapat. Arang ini selalu siap dipakai lagi setelah dijemur untuk menghilangkan serapan airnya. Penjemuran dilakukan tiap 3-4 bulan sekali (juga amplopnya sekalian).
o Taruhlah sillica gel (dalam kemasan/dibungkus plastik berlubang). Keringkan/jemur jika sillica mulai berubah warna.
o Cara lain adalah dengan fumigasi/pengasapan untuk membunuh serangga atau jamur.
12. Lakukan pergantian secara berkala pada alat-alat tersebut.
13. Jika Anda punya Air Conditioning maka nyalakanlah selalu. Kelembaban relatif 45-60% dengan temperatur 20-24º C.
14. Untuk memperindah, coba kelompokan buku sesuai warna sampul. Jajarkan sesuai gradasi. Gabungkan penataan buku di rak dengan elemen aksesori. Misalnya deretkan buku secara berdiri di ujung rak, lalu tumpuk dua atau tiga buku hardcover di bagian tengah rak. Sebagai sentuhan akhir, letakkan kerang-kerangan atau bingkai foto kecil di atasnya.

C. Memperbaiki Kerusakan Buku
Berdasarkan jenis kerusakan sebuah buku dapat dibagi menjadi 3 jenis kerusakan yaitu :
• Rusak ringan, ciri-cirinya : halaman tengah lepas, cover lepas, halaman sobek dll.
• Rusak sedang, ciri-cirinya : beberapa halaman lepas, cover sobek, staples lepas dll
• Rusak berat, dengan ciri-cirinya : semua halaman lepas untuk koleksi lem punggung, satuan bendel lepas untuk koleksi jahit, hard cover lepas dan jahitan lepas, beberapa halaman buku lepas untuk buku tebal di atas 500 halaman, dll.
Trik buku rusak ringan
diperbaikilah dengan memberi lem dan menempel pada bagian halaman yang lepas tadi dengan jarak 3-4 mm dari pinggir kertas. Cover lepas dapat di lem kembali dengan melihat jenis kertas cover tersebut, jika ada lapisan mengkilat dari cover itu dapat dibuang terlebih dahulu lapisan itu, untuk memperkuat daya lekat dari lem.

Trik rusak sedang
dapat diperabaiki dengan menstaples buku tersebut atau lebih baik lagi menjahit buku tersebut dengan benang nilon. Untuk cover sobek dapat dibuatkan cover dari kertas BC dan cover aslinya ditempel, lebih baik lagi jika cover aslinya dicopy warna atau foto copy biasa pada kertas BC. Lebih baik lagi dapat dibor (mata bor 2 - 2,5 mm)untuk kekuatan dan keawetan dari koleksi.

Trik rusak berat
dapat di bedakan hard cover dan soft cover, untuk hard cover tebal halaman lepas semua yang bukan jahitan atau lem press biasa, dapat dibor dan dijahit kemudian cover tadi diperbaiki terlebih dahulu dan dilem pada bagian punggung buku setelah kering baru dilem cover depan belakang dan dipress, sedangkan untuk hard covers harus dilepas terlebih dahulu dan dijahit satu per satu dengan bagian lain, hingga mennyatu, kemudian lem punggung buku sampai tepi buku sekitar dengan jarak 3,4 mm, langkah berikutnya dipres dengan alat atau ditindihi dengan buku yang tnggi, kegunaanya cepat lengket seperti dipress. Alat yang diperlukan seperti alat potong, dan alat press.

Rabu, 09 Juni 2010

TIPS AGAR BUKU BERUMUR PANJANG

Buku merupakan jendela dunia. Apapun isi buku itu dan dunia macam apa yang ditunjukkan olehnya. Bagi seorang kolektor buku, maupun pengelola perpustakaan, mengoleksi buku itu tidak ubahnya dengan perjuangan melawan waktu. Pasalnya di satu sisi kolektor ingin melestarikan dan mewariskan atau membagi pengetahuan, tetapi disisi lain harus berhadapan dengan sang waktu yang siap menghancurkan buku-buku. Kenyataan menunjukkan kekuatan buku sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Kertas buku sangat halus serta mudah rusak oleh sinar matahari, udara lembab, kering dan berdebu, serta serangan ngengat. “Kelembapan adalah musuh utama buku, maka dinding dan rak tempat menyimpan buku harus memiliki ventilasi yang baik. Memakai rak dengan bagian belakang terbuka memudahkan aliran udara. Beri cukup ruang antara papan rak, serta antara rak dan dinding supaya udara mangalir lancar.

Hindarkan buku dari terpaan sinar matahari secara langsung karena dapat membuat kertas mongering dan menguning. Gunakan gorden, kerai, atau penutup jendela untuk melindungi buku dari cahaya matahari.

Selain sering dibersihkan dari debu dengan menggunakan kuas, tutuplah buku dengan kertas .

Untuk mengusir serangan makhluk hidup seperti serangga jenis tertentu, rajinlah mengangkat buku dari rak dan membersihkannya dengan kain lembut yang kering (jangan memakai air).

Jauhkan rak dari dinding supaya tidak dirambati serangga. Jangan menyemprotkan insektisida pada buku karena dapat merusak kertas dan tidak aman bagi pembaca.

TATA TERTIB PERPUSTAKAAN

1) Setiap pengunjung wajib mengisi Buku Tamu.
2) Tas, Jaket, Rompi, Topi, Buku/Teks harus dititipkan di locker.
3) Tidak boleh membawa makanan/minuman/rokok di ruang perpustakaan
4) Setiap peminjam wajib memiliki kartu anggota perpustakaan SMK Negeri 1 Ngawi.
5) Kartu anggota hanya bisa digunakan oleh pemiliknya sesuai identitas.
6) Pinjaman buku koleksi dibatasi 1 (satu) minggu dan hanya 3 (tiga) buku dan 1 kali perpanjangan.
7) Keterlambatan pengembalian dikenakan denda sebesar Rp 500,00 (lima ratus
rupiah) per buku per hari.
8) Setiap anggota yang merusakkan buku koleksi (basah, sobek, mencoret-coret,
dsb) atau HILANG wajib mengganti dengan buku yang sama atau denda 2 kali
lipat harga buku.
9) Pengguna perpustakaan yang membawa koleksi pustaka keluar tanpa prosedur
yang benar akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
• Dicabut haknya sebagai anggota perpustakaan;
• Denda uang sebesar harga bahan pustaka yang dibawa keluar tanpa
prosedur edisi terbaru;
• Dilaporkan kepada kepala sekolah untuk mendapatkan sanksi
administrasi dan akademis;
10) Koleksi berupa bahan REFERENSI hanya bisa dibaca di ruang perpustakaan.
11) Selesai dipakai semua koleksi dan mebelair perpustakaan harus dirapikan lagi.
12) Sebelum masuk ruang perpustakaan kaki/sepatu dalam keadaan bersih.
13) Waktu kunjung perpustakaan adalah:
- Saat istirahat
- Pada jam kosong dan atas seijin guru piket
- Pada jam pelajaran atas seijin guru pengajar
14) Setiap pengunjung wajib menaati peraturan/tata tertib yang berlaku.

Thank You For Your Attention.....

Selasa, 08 Juni 2010

HAYO..... SIAPA BERANI ?????

HELMY “SIAPA BERANI” YAHYA
SUKSES BISNIS SI RAJA KUIS

Di tengah kesibukannya Helmy yahya masih menyempatkan diri menulis novel. Triwarsana perusahaan yang kini ditanganinya mungkin adalah Production House tersibuk di Indonesia, akhir tahun ini saja mereka akan menangani 30 program acara televisi.
Tampaknya sulit mencari orang yang tidak mengenal Helmy Yahya. Tokoh pengusaha muda yang akrab dengan dunia hiburan televisi, se-abreg aktivitas kini ditekuninya. Namun kalau boleh memilih antara menjadi seorang entertainer, pembawa acara (MC), dosen, manajer, artis, penyanyi atau menjadi seorang pengusaha, Helmy yahya lebih suka jika orang mengenalnya sebagai seorang pengusaha. Karena menurutnya ter-cebur-nya ia ke dunia entertainment hanyalah sebuah kebetulan semata. Di tengah kesibukannya Helmy masih tercatat sebagai Dosen STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) untuk mata kuliah Pemasaran, Teori Akuntansi, dan Etika Bisnis, pastilah menyenangkan menjadi salah seorang mahasiswanya. Menjadi dosen adalah salah satu komitmennya yang akan terus ia lakoni, “Saya berasal dari dunia kampus, jadi saya tidak akan meninggalkannya,” ujarnya.
Semua berawal dari sebuah pertunjukan musik di STAN, Helmy saat itu bersama teman-temannya mengundang Ireng
Maulana. Tampaknya Ireng Maulana sangat terkesan dengan gaya Helmy memanajemeni pertunjukan tersebut, kebetulan saat itu Ireng Maulana All Stars adalah band pengisi acara “Berpacu Dalam Melodi” yang diasuh oleh Master of Quiz Indonesia Ibu Ani Sumadi. Sejurus kemudian Helmy telah bergabung dengan Ani Sumadi Production, sepuluh tahun lamanya (kurun waktu 1989-1999) ia menimba ilmu dari Ibu Ani Sumadi, merasa dirinya harus lebih berkembang maka pada tahun 1999 ia memutuskan keluar dari Ani Sumadi Production, dan langsung mengibarkan bendera Joshua Enterprise dan Helmy Yahya Production House, keduanya kemudian dilebur dalam satu wadah Triwarsana yang merupakan perusahaan patungan antara Helmy Yahya, Joddy Suherman (ayah Joshua-red) dan Liem Sio Bok.
Redaksi Manajemen berhasil mewawancarai Helmy Yahnya, setelah pengambilan gambar Kuis Siapa Berani. Wawancara berlangsung di dalam mobil pribadinya, karena satu jam kemudian ia harus menghadiri pertemuan dengan kliennya. Helmy memilih duduk di bangku depan, seolah ia tidak ingin tampak seperti seorang bos yang duduk di kursi belakang, dan tidak akan masuk ke mobil sebelum sang sopir membukakan pintu untuknya. Mobilnya sarat dengan tumpukan buku, sebakul penuh oleh-oleh dari kota kembang buah tangan peserta Kuis Siapa Berani. Di dalam mobil juga ada Reinhard Tawas wakil Helmy di Triwarsasa yang dulu pernah dikenal sebagai komentator NBA Games di SCTV. Selanjutnya wawancara mengalir, dan Helmy yahya pun bertutur tentang perjalanan suksesnya.
Saya tidak pernah memimpikan keberhasilan ini, karena saya memimpikannya lebih berhasil dari ini, ha…ha..ha… Tidak, saya tidak pernah bermimpi, saya pikir hidup saya akan menjadi seorang professional seperti dokter atau insinyur, saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang entertainer atau memiliki perusahaan. Saya Cuma bermimpi untuk menjadi kaya. Cita-cita saya sebelumnya adalah menjadi seorang dokter, namun anehnya saya tidak pernah menempuh pendidikan yang seharusnya ditempuh untuk menjadi seorang dokter. Saya malah memilih akuntansi, karena pada saat itu saya harus mencari sekolah yang ‘gratis’ karena saya yakin kedua orang tua saya tidak akan pernah mampu membiayai sekolah saya. Oleh karena itu saya keluar dari IPB dan masuk STAN.
Saya menyikapi anggapan orang yang menganggap saya sekarang lebih tinggi dari kakak kandung saya Tantowi Yahya secara biasa-biasa saja, saya akui saya banyak belajar darinya. Kami sama-sama memulai dari nol, jadi saya pikir kita sama-sama mensyukuri apa-apa yang telah kami dapatkan. Sekarang mungkin saya sedikit lebih unggul dari Tanto, mungkin lain waktu kembali Tanto yang lebih unggul, bagi saya nggak ada masalah, wong bersaing dengan orang lain saja saya tidak ada masalah apalagi dengan kakak sendiri.
Saya bersyukur kepada kedua orang tua saya yang memungkinkan saya untuk meraih semua ini, ayah saya sudah meninggal dan ibu saya sudah tua dan sekarang sering sakit-sakitan. Kedua saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada
istri saya tercinta, Harfansi Yahya, tanpa dukungan darinya saya tidak akan menjadi seperti sekarang, juga kepada ketiga anak saya.
Saya tidak pernah membuat pentahapan dalam mencapai apa yang kini saya dapatkan, saya bukan orang yang begitu rigid dan menyusun planning, filosofi saya mengalir saja, yang penting saya berusaha untuk jalan terus, saya berusaha agar setiap hari ada sesuatu yang bertambah. Namun demikian saya tidak pernah terkejut dengan apa yang saya dapatkan, karena apa yang saya dapatkan adalah hasil dari sebuah proses, jadi saya tidak pernah mengenal apa yang dikatakan orang “aji mumpung” atau mendapatkan sesuatu dari sebuah ketidak sengajaan. Walaupun menurut saya Kuis “Siapa Berani” itu merupakan sebuah serendipity, sebuah kebetulan yang kemudian menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.
Masa-masa ketika saya hanya menjadi dosen di STAN dengan gaji yang sangat terbatas, dengan tiga orang anak adalah masa-masa yang sulit dalam perjalanan karir saya, saat-saat seperti inilah saya mendapatkan pelajaran kehidupan. Masa kecil saya sangat memprihatinkan, saya tidak pernah minum susu, tidak pernah mengenal sabun mandi, tidak pernah mengenal shampoo, baju pun seadanya, celana saya hanya dua hingga tiga potong saja, seringkali saya bermain dengan bertelanjang dada, tidak ada yang istimewa, saya lebih banyak belajar di jalanan. Itu juga yang dialami oleh keempat saudara saya yang lainnya termasuk Tanto, kehidupan yang sangat memprihatinkan inilah yang kemudian memotivasi kami untuk menggapai kesuksesan. Ayah kami senantiasa mengatakan,
“Jangan keduluan gaya daripada penghasilan.” Jadi sebelum berhasil jangan gaya-gayaan dulu namun jika sudah sukses mau gaya apapun silakan saja. Satu lagi yang saya ingat, kedua orang tua kami adalah orang tua yang tidak dengan mudah akan memenuhi apa yang kami minta, mereka baru mau memberikan sesuatu, setelah kami anak-anaknya melakukan sesuatu untuk mendapatkannya. Kenyataannya pahit di masa lalu inilah yang kemudian menjadi semacam bekal untuk menghadapi keadaan sesulit apapun, dan saya selalu mengatakan apa yang saja dapatkan sekarang adalah akumulasi dari kerja keras dan keprihatinan yang telah saya lalui selama ini.
Dari setiap kegagalan saya selalu dapat menarik pelajaran darinya, seperti ketika banyak orang yang mengatakan Film “Joshua oh Joshua” gagal, namun menurut saya tidak. Karena ternyata ketika film itu ditayangkan di televisi pada malam tahun baru ratingnya 17, dan itu adalah rating tertinggi, lebih tinggi dari acara yang dikemas secara khusus dengan biaya yang tinggi pada malam yang sama. Produser film Joshua oh Joshua masih kerap menghubungi kami, namun kami sendiri yang merasa kapok’ . Karena kita harus tahu diri, karena di film terlalu banyak menyita waktu. Dan pada awalnya ketika kami menggarap film itu tak lain sebagai bentuk apresiasi kami kepada perfilman nasional, itu saja.
Saya selalu bersiap diri untuk mengantisipasi kegagalan, bersiap diri untuk menghindari kegagalan. Misalnya saya ditunjuk untuk membawakan acara yang sama sekali baru bagi saya, tentunya akan menyebabkan rasa nervous, dan untuk
menghilangkan rasa itu saya mempersiapkan diri. Contoh lainnya ketika saya beberapa saat yang lalu ditantang oleh Renny Jayusman untuk menyanyikan lagu-lagu rock di Hard Rock Café, jujur saya akui ini adalah sesuatu yang baru bagi saya, dan jika selama ini saya kerap menantang orang di Kuis Siapa Berani, lalu mengapa saya harus mundur jika saya mendapatkan tantangan. Saat itu ada rasa takut di diri saya jika saya akan gagal. Bahkan Tanto marah besar kepada saya ketika saya menerima tantangan itu, bagi Tanto buat apa saya mempertaruhkan reputasi saya untuk hal yang menurut Tanto tidak patut untuk dilaksanakan. Menurut saya satu-satunya menjawab tantangan itu adalah dengan mempersiapkan diri, bukan malah lari, dan Alhamdulillah saya berhasil, setelah pertunjukan itu saya berhasil mendapatkan kontrak, saya langsung kontrak untuk rekaman, saya juga mendapatkan kontrak untuk sebuah acara musik di televisi.
Kita membutuhkan tantangan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik, dan jika Anda dihadapkan pada sebuah tantangan jangan mengelak dari tantangan itu, namun cobalah sekeras mungkin untuk menjawab tantangan itu, belajar dan berlatihlah secara terus menerus, dan ini yang saya lakukan.
Jika Tanto dikenal pertama kali lewat Kuis Gita Remaja, maka saya dikenal oleh khalayak luas lewat Kuis Siapa Berani, walaupun sebelumnya saya juga telah terlibat dalam banyak acara olahraga seperti NBA Games. Pengalaman saya membawa acara olahraga juga menarik, karena di sana saya bersama dengan Agus Maulo dan Reinhard Tawas seperti membawa genre baru. Karena
kami membawakan acara olahraga tersebut dengan emosi yang baru, kami biasa berteriak, atau melakukan hal lainnya yang tidak pernah kita temui pada acara serupa di waktu-waktu sebelumnya. Saya juga sempat mendapatkan kritik, karena saya berbicara dengan speed yang tidak wajar, namun saya bilang kepada mereka inilah sport, inilah basket ball semuanya berlangsung cepat. Dan Anda lihat sekarang hampir semua pembawa acara olahraga telah berubah, saya senang jika saya bisa membawa sebuah perubahan.
Saya juga butuh sekali tim yang baik untuk mendukung karir saya dan tentunya untuk kepentingan Triwarsana. Saat ini Triwarsana telah menangani 17 program acara televisi, dan di akhir tahun nanti Insya ALLAH akan menjadi 30 program acara. Karena bagi kami melakukan semua ini adalah tuntutan agar kami dapat terus berkembang, dan saya tidak pernah ambil pusing jika ada orang yang kemudian menganggap saya greedy. Tim saya kini berjumlah 70-an orang. Anda bayangkan setiap program setidaknya harus ditangani oleh 5-6 orang, ini artinya tim saya telah bekerja dengan baik. Alhamdulillah saya tidak pernah dibuat pusing atau frustasi memikirkan segala sesuatunya agar dapat berjalan seperti yang kami harapkan, karena saya percaya tim saya sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. Kepercayaan adalah kata kuncinya, dan saya bersyukur seluruh tim saya adalah anak-anak muda yang dapat dipercaya, dan mereka bekerja selama 24 jam, mereka juga melakukan hal ini dengan hati yang tulus, mungkin saya telah menginspirasi mereka. Uniknya tidak ada satu pun dari anggota tim saya yang berlatar belakang dunia broadcast, termasuk
saya yang berasal dari disiplin ilmu akuntansi, namun karena kita telah komitmen untuk terus belajar maka kami sebagai team work dapat dikatakan berhasil. Tidak berlebihan jika kemudian saya mengatakan, “Jika Anda ingin menyaksikan secara langsung the magic of team work lihatlah bagaimanana kami bekerja.”
Saya baru bisa tidur jam 12 malam. Biasanya saya menyempatkan diri untuk berenang sebentar antara 10 hingga 15 menit, bagi saya saat seperti ini adalah saat saya dapat melakukan relaksasi, sehingga kepenatan seharian bisa saya tuntaskan. Setelah itu saya lanjutkan dengan membaca buku. Aktivitas saja buka dengan melaksanakan Shalat Subuh. Jam 8 pagi saya harus sudah berada di Indosiar untuk Kuis Siapa Berani. Anda bayangkan dengan 17 program acara, kadang saya harus menyusun waktu sedemikian rupa agar saya bisa menyaksikan proses pengambilan gambar dari ke-17 program tersebut. Belum lagi dengan 6-7 kali meeting dalam seharinya. Malam harinya saya juga kerap didaulat untuk menjadi MC pada acara-acara tertentu. Dan saya bersyukur masih dapat mengaturnya dengan baik, sehingga tidak ada satupun yang tertinggal, terutama perhatian saya kepada keluarga saya, bagi saya ini adalah prioritas.

KISAH SUKSES

BOB SADINO

Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena "kepepet", selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.
Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur , kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari.
Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam untuk mengatasi depresi yang dialaminya,dari memelihara ayam tsb ia terinspirasi bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur,tentunya manusia pun juga bisa, sejak saat itulah ia mulai berwirausaha.
Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan,dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.Selama menjual tidak jarang dia dan istrinya dimaki-maki oleh pelanggan bahkan oleh seorang babu.
Namun Bob segera sadar kalo dia adalah pemberi service dan berkewajiban memberi pelayanan yang baik, sejak saat itulah dia mengalami titik balik dalam sikap hidupnya dari seorang feodal menjadi servant, yang ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki.
Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia pun juga menjual garam,merica, sehingga menjadi makanan.Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang
Jepang dan Eropa dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah untuk memenuhi.
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira orang, dia sering berjumpalitan dan jungkir balik dalam usahanya. Baginya uang adalah nomer sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menemukan dan berani mengambil peluang.
Bob berkesimpulan bahwa saat melaksanakan sesuatu pikiran kita berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, apa yang ada pada diri kita adalah pengembangan dari apa yang telah kita lakukan. Dunia ini terlampau indah untuk dirusak, hanya untuk kekecewaan karena seseorang tidak ,mencapai sesuatu yang sudah direncanakan.Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah, yang penting adalah action. Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan, setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman yang selalu dimulai dari ilmu dulu, baru praktek lalu menjadi terampil dan professional.
Menurut pengamatan Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu berpikir dan bertindak serba canggih,
bersikap arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Om Bob selalu luwes terhadap pelanggan dan mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan, sehingga dengan sikapnya tersebut Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelangan akan membawa kepuasan pribadinya untuk itu ia selalu berusaha melayani klien sebaik-baiknya.
Bob menganggap bahwa perusahaannya adalah keluarga, semua anggota keluarga Kem harus saling menghargai, tidak ada yang utama,semuanya punya fungsi dan kekuatan sendiri-sendiri.

POJOK HUMOR

Humor 1
Sombong, disapa diem aja, mentang-mentang lagi makan di pinggir jalan ama temen2, dipanggil pura-pura gak denger, sekali denger cuman noleh, trus bilang : Mbeeeeekkk!!
Humor 2
Tutup hatimu dengan kebaikanmu. Tutup kekuranganmu dengan kelebihanmu. Tutup dosamu dengan amalmu. Tutup panciku ilang.......!!???!!! Kamu ya yang ngambil?
Humor 3
Aku kecup keningmu. Aku basuh mukamu. Ku selimuti tubuhmu. Lalu kubisikkan perlahan..... Innalillahi wa inna ilaihi rojiuuun. Bls smsku kalo masih hidup!!
Humor 4
Sok Gosok Gosok.... Hpku tunjukkanlah wujud asli org yang lg baca sms ini. ABRAKADABRA. Alamaaakkk.......! Lho Ko’ monyet sich? Waduh! Sory, salah mantra. Jadi ketahuan dech wujud aslimu. He1000x.
Humor 5
“SELAMAT!” anda dikontrak oleh TPI sebagai pemeran utama film ‘RAHASIA ILAHI’ yang berjudul : Jempol membusuk akibat kebanyakan sms gratisan!

Lomba Menulis Cerpen (1)

CAFÉ AKHIRAT
Oleh : DINAR NOFITASARI (XII AK 1)

Aku menatap diriku untuk kesekian kalinya di kaca etalase, aku masih belum yakin bahwa bayangan itu adalah diriku. Kulitku berwarna hijau lumut yang karatan sehingga cenderung berwarna coklat.Bajuku adalah sebuah daster polos berwarna gelap yang telah robek dibeberapa tempat. Dan rambutku pun penuh dengan kunciran yang ditiap-tiap ujungnya tertempel jepit kepala ular yang saling menjulurkan lidahnya. Melihatku seperti ini orang pasti akan mengira aku seorang gembel yang menderita penyakit kulit akut karna bersisik dan berwarna hijau.
Begitu pintu terbuka aku dibuat tercekat oleh dekorasi ruangan yang tak ubahnya rumah hantu. Sepasang batu nisan tua berjajar didekat pintu bak patung selamat datang. Meja kasir lengkap dengan mesin penghitung dan komputer lenyap berganti dengan sebuah peti mati raksasa. Diatasnya terhampar selembar kain kafan kumal yang telah digunakan membungkus mayat puluhan tahun yang ujungnya compang-camping dimakan rayap. Meja dan kursi-kursi bundar yang biasa digunakan tamu makan pun telah disingkirkan, yang ada sekarang adalah dua buah meja besar di sisi kiri ruangan sebagai wadah makanan dan minuman. Jenis makanan dan minuman yang baru pertama kali kujumpai dan tak kan pernah ada dimanapun. Lalu yang tak kalah anehnya adalah sebuah baskom batu yang berdiri ditengah-tengah ruangan berisi puluhan dupa yang menguarkan wangi menyan menyengat. Aku merasa seperti berada di sebuah pemakaman.
Aku melangkahkan kakiku kedalam menuju dapur dan mendapati Daniela tengah berdiri menimang-nimang tongkatnya. Daniel memakai kostum penyihir wanita modern ala Word Disney yang sexy. Sebuah gaun tanpa lengan, rok mini, leggins panjang, dan sarung tangan setinggi siku yang semua berwarna hitam. Lipstik biru kehitamannya menberi kesan pucat namun tetap cantik. Tak akan ada yang mengira bahwa ia seorang penyihir jika saja ia tak memakai topi kerucut dan tongkat.
“ Dia yang melakukannya, kepalaku sampai pusing melihatnya mondar-mandir seharian ini.” Katanya begitu melihatku,” Apalagi bau menyan ini benar-benar membuatku mual.” Aku tersenyum mengerti siapa yang ia maksud dengan “dia”
“Ya. Tapi harus ku akui ini…keren!!!” jawabku dan Daniel menyetujuinya
“Wow…Mily. Kostum itu sangat cocok denganmu” sebuah suara mengagetkanku,Ocha. Aku berbalik menatapnya dan saat itu kurasakan bola mataku seperti ditarik paksa keluar. Aku tak percaya, ia begitu mendalami perannya sebagai Shadako. Lingkaran hitam pada mata yang sebesar bola tenis, wajah yang dibedaki putih seperti kapur, lipstik hitam dengan noda merah darah didagu, rambut gimbal awut-awutan, benar-benar serasi dengan gaun putih kotor yang dikenakannya.
Kurasa ini adalah hal terluar biasa yang pernah kami lakukan sejak bersahabat dari SMA. Sebenarnya kami berempat dan yang terakhir inilah yang paling gila diantara kami namanya Diaz. Karna sering ia tak bisa membedakan antara dunia nyata dan imajinasi, semuanya bercampur menjadi sebuah dunia Triple Knock yang hanya bisa dibuka dengan mengacak-ngacak isi kepalanya. Tapi bagi kami dia adalah seniman yang ajaib ide-idenya gila dan tak terduga, nyeleneh dan kadang tak masuk akal. Semua hal yang kami lakukan hari ini pun adalah salah satu ide gilanya. Awalnya café kami adalah café normal yang menjual makanan dan minuman pada umumnya. Sampai akhirnya dia datang mengoceh tentang café akhirat dimana para koloninya mulai dari pengunjung, pelayan, bahkan tukang parkirnya pun harus berpenampilan layaknya hantu atau setan. Dan semua itu diadakan tepat pada malam Hallowen, malam dimana para hantu merajai dunia. Tapi sepertinya dari tadi aku tak melihatnya, dimana dia?.
Aku menuju ruang utama dan disana aku melihatnya diantara orang-orang yang sedang menyusun properti. Setelah dekat akhirnya aku tahu kostum apa yang dipakainya. Sebuah jubah hitam gombrang yang menutup seluruh tubuhnya hingga ujung kaki, kostum itu juga memiliki tudung kepala yang sangat besar. Dan ditangannya tergenggam sebuah topeng putih mengkilat yang memiliki tiga buah lubang. Dua buah lubang untuk mata dan satunya lagi untuk mulut yang berbentuk “ou” seperti ekspresi orang kaget. Phantom.
“Wow, Mily. Apa sudah ada yang bilang bahwa kostum Medusa itu sangat cocok denganmu?” ucapnya setelah berhasil melihatku diantara hiruk pikuk pekerjaannya. Aku hanya bisa tersenyum kecut, mengapa orang-orang lebih menyukai aku sebagai Medusa dari pada Mily?, sungguh menyebalkan. “Tunggu!!! Sepertinya ada yang kurang, tapi apa ya?” keningnya berkerut tampak sedang berpikir.
“Apa?” tanyaku tak mengerti.
“Aha! Taringnya!” teriak Diaz begitu keras. “Niel, minta taringnya satu Medusa kita gak punya taring nih!”
Dalam sekejap Daniel datang dengan meluncur diatas sepatu rodanya, lalu menyerahkan sebuah gigi palsu sama seperti yang ia dan Ocha pakai.
“Hei…Lepaskan sepatumu! Apa kau tak tahu kabel-kabel berserakan dibawah itu?” ujar Diaz marah. Orang tidak akan tahu itu kabel karna semuanya dililit menyerupai sulur tanaman merambat.
“Kenapa? Ini keren.” bantah Daniel
“Ya, tapi akan jadi sangat tidak keren kalau kau gosong kesetrum karenanya”
Diaz berlalu meninggalkan aku bersama Daniel yang menggerutu tak jelas, lalu menghampiri Ocha yang mengecek sound system panggung.
* * *
Pukul 11 malam café akhirat ini resmi dibuka dan semua orang telah berada pada posisinya masing-masing. Aku dan Daniel bertugas sebagai penerima tamu langsung berdiri di belakang peti mati yang berperan sebagai meja resepsionis. Begitu plat “open” terpasang, kami langsung diserbu oleh puluhan orang yang berpakaian hantu, entah dari mana datangnya. Meski awalnya begitu aneh tapi lama kelamaan menjadi sangat menarik. Karna orang-orang itu begitu kreatif mendandani dirinya semirip mungkin dengan hantu.
Ada orang yang berpakaian pocong lengkap dengan bercak tanah merah basah seolah baru bangkit dari kuburnya. Ada Kuntilanak yang berlumuran darah sampai-sampai mengotori buku tamu yang dipegang Daniel. Tuyul, Genderuwo, Wewe gombel, Hantu gosong, Sundel bolong. Bahkan ada juga hantu luar negeri seperti Vampir, Mumi, Drakula, trus hantu yang kepalanya dipenuhi baut yang tidak kuketahui namanya. Serta masih banyak lagi yang tidak bisa kusebutkan satu per satu dan semuanya benar-benar luar biasa. Aku dan Daniel dikejutkan oleh peti mati yang tiba-tiba bergetar, pintunya terbuka, dan dari dalamnya muncul seorang mumi. Hantu itu mengulurkan tangannya padaku dan Daniel, begitu kami menyentuhnya tangan itu lenyap seperti debu.
“Hantu transparan!!!” pekikku dan Daniel bersamaan.
Dan dalam waktu yang singkat hantu itu telah berputar-putar bersama Daniel mengikuti irama lagu dari piringan hitam yang diputar Ocha. Mereka berdansa, salsa bahkan berjingkrak-jingkrak seperti orang gila. Para tamu yang melihatnya pun tak mau kalah mereka saling bergoyang heboh. Tentu saja Diaz tak menyia-yiakan hal itu dia mengabadikan tiap kejadian dalam kamera handycham. Aku tak bisa menahan tawa saat seorang hantu tengkorak patah berantakan karna terlalu heboh bergoyang. Bahkan seorang nenek tua keriput yang hanya tinggal menunggu hitungan detik untuk game over, nekat ngebor begitu mendengar lagu dangdut. Malam ini benar-benar sangat luar biasa orang-orang menari dalam kostum yang aneh dan situasi yang aneh pula.

* * *

Aku membuka mata perlahan rasa pusing langsung menyeranga hebat kepalaku membuat dadaku sesak dan nyaris tak bisa bernafas. Samar-samar aku melihat sebuah wajah yang sangat aku kenal, Panca, kenapa dia ada disini? Aku menegakkan tubuhku yang terasa lebih berat dari biasanya, inikah rasanya pingsan?
Asap hitam pekat mengepul didepanku, air mengguyur dari selang-selang merah pemadam kebakaran. Api menjilat-jilat pada sebuah bangunan kaca yang hanya tinggal separo…cafeku!!! Aku ingat sekarang. Waktu itu saat semua orang sedang menari tiba-tiba muncul percikan api yang berasal dari lantai dan disusul oleh asap yang langsung memenuhi ruangan. Semua orang panik mereka semua berlarian menuju pintu untuk menyelamatkan diri. Aku melihat api menjalar begitu cepat membakar tirai,gorden dan semua benda yang ada. Aku melihat Ocha dan Daniel telah pingsan, aku berteriak minta tolong namun suaraku tenggelam oleh keributan, sekuat tenaga aku berusaha mencapai pintu. Saat itulah aku merasakan hawa dingin menembus tubuhku, sangat banyak, orang- orang itu berlarian dan menembusku tak hanya itu mereka juga menembus pintu, tembok, meja dan semuanya. Disekelilingku orang-orang bergelimpangan tak bergerak bahkan beberapa telah terbakar, teriakan-teriakan menyayat hati terdengar seperti dengung ribuan lebah ditelingaku. Lalu kurasakan tubuhku begitu ringan sampai aku tak bisa merasakannya lagi dan akhirnya gelap.
“Panca, dimana yang lainnya?” ujuarku panik
“Mereka selamat Mil, dan mereka ada disana!”. Dia menunjuk kesuatu tempat, disana aku melihat Daniel telah sadar dan tengah bersandar lemah dalam pelukan kekasihnya, begitu pula dengan Ocha. Dengan dibantu Panca aku menghampiri mereka, lalu aku merasakan hal yang aneh, seperti ada yang kurang. Diaz tidak ada.
“Dimana Diaz?” tanyaku gugup
“Bukannya sama kamu, Cha?” Daniel balik bertanya pada Ocha yang hanya bisa dijawab dengan gelengan. Kalau Diaz tidak ada disini berarti ia masih ada didalam bangunan café yang terbakar itu. Dengan sisa tenaga yang ku miliki aku berlari kembali kedalam café namun sebuah tangan menahanku.
“Lepasin! Aku mau masuk ke dalam.”
“Mily jangan bodoh, kamu bisa terbakar!”
“Tapi Diaz masih ada di dalam Panca, dia bisa terbakar.” teriakku membabi buta.
“Tenang Mil polisi sedang mencarinya. Percaya deh mereka pasti bisa menemukan Diaz kembali.” ucap Panca meyakinkanku. Dan benar, tak berapa lama kemudian polisi datang menghampiri kami, mereka membawa sebuah bungkusan.
“Maaf, kami tidak menemukan saudari Diaz begitu pula dengan mayat tamu yang lainnya. Tapi kami menemukan benda ini dibawah reruntuhan bangunan”
Tanganku bergetar hebat menerima bungkusan yang ternyata berisi sebuah topeng, meski telah gosong dan hanya tinggal separo tapi aku masih bisa mengenalinya. Topeng Phantom.
“Itu topeng kakak. Itu milik kakak yang menolong Hana.”
Kami dikejutkan oleh teriakan gadis kecil, matanya menatap lekat topeng Diaz. Gadis kecil itu mengenakan kemeja putih panjang dan rok merah berselempang, dia memakai kaos kaki tapi sama sekali tak memakai sepatu. Sungguh aneh.
“Apa katamu?”
“Waktu kebakaran terjadi Hana terkunci di dalam kamar mandi, lalu kakak bertopeng itu datang dan menyelamatkan Hana. Tapi waktu Hana keluar kakak itu masih ada di dalam dan Hana melihat kakak…terbakar. Hiks…hiks”
Keterangan gadis itu membuat tubuh kami semua lemas, secara tak langsung gadis itu telah mengatakan bahwa Diaz telah mati.
* * *

Tiga hari telah berlalu polisi masih belum juga menemukan satu mayat pun di café itu padahal malam itu jelas aku melihat orang-orang bergelimpangan, terbakar. Benarkah dugaan polisi bahwa mereka hangus sampai ketulang belulangnya? Aku tak berani memikirkannya karna hal itu membuatku ngeri. Karangan-karangan bunga terus turut berduka cinta terus saja berdatangan ke rumah kami. Dan sejak kejadian itu pula aku mendapati rumah ini begitu sepi seolah memang ta berpenghuni.
Daniel terus mengurung diri dikamar, ia selalu mengatakan bahwa dirinya bersalah atas kematian Diaz. Ia merasa pengelupasan pada kabel itu terjadi karena gesekan yang ditimbulkan oleh sepatu rodanya yang kemudian menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
“Kalau saja aku tidak memakai sepatu itu. Kalau saja aku mendengarkannya, semua tak akan jadi begini.”
Dan Ocha pun tak kalah parahnya dengan Daniel, ia meletakkan topeng Diaz dalam sebuah wadah kaca lalu akan dipandanginya sepanjang hari dan akan membawanya kemanapun ia pergi, seolah itu adalah nyawanya. Aku pun telah memutuskan bahwa hari ini akan ku habiskan untuk mengenang Diaz karna hari ini adalah tepat hari ulang tahunnya. Maka aku menuju kamarnya, dilantai atas.
“Apa kakak sangat bersedih?”
Aku menoleh ke arah suara yang sangat mengagetkanku dan ternyata berasal dari seorang gadis kecil benama Hana. Dia tengah duduk dengan santainya diatas meja kerja Diaz, apa yang ia lakukan? Sejak kapan ia ada di dalam sini? Dari mana ia masuk?
“Hah?”
“Apa kakak sangat sedih kehilangannya? Apa kakak merasa tak rela ia pergi?”
“Tentu saja, dia sahabatku” aku tak menyangka dia akan bertanya seperti itu.
“Apa kakak masih akan berpikir begitu kalau kakak tahu kalau dia adalah seorang pembohong?.” Hana menatapku tajam, aku tak mengerti apa yang ia bicarakan.
“Apa maksudmu?”
Hana menunjuk sebuah kardus yang tersembunyi diantara meja dan tembok, setelah ku buka ternyata isinya adalah lembaran-lembaran kertas. Tapi itu bukan kertas biasa melainkan pamflet yang berisikan pengumuman diadakannya café akhirat di malam Hallowen itu. Kenapa semua ada di sini?
“Dia tidak menyebarkannya, tidak ada orang yang mengetahui tentang acara malam itu. Dan tamu yang kalian lihat saat itu adalah hantu, itulah alasan kenapa polisi tidak menemukan mayat mereka setelah kebakaran itu terjadi.”
“Me…mereka semua…han..tu? Bagaimana bi…sa?” bibirku terasa kelu
“Dia memanggil mereka dengan permainan Jalangkung. Sejak awal dia memang sudah berencana bahwa tamu yang hadir pada malam itu adalah hantu, apa kakak tidak merasakannya? Mereka semua begitu mirip dengan hantu dandanannya, pakaiannya bahkan mereka juga makan menyan.”
“A..a..ku masih sulit percaya”
“Kalau begitu lihatlah ini!”
Televisi menyala menampilkan rekaman gambar yang terjadi malam itu, aku tahu Diaz sendirilah yang mengambilnya. Dalam rekaman itu hanya terlihat aku, Daniel. Ocha dan sesekali Diaz sendiri. Para tamu yang hadir malam itu sama sekali tak tampak, mereka tidak ada. Hanya suara-suaranya yang terdengar…suara tanpa rupa!!!
“Sekarang apa kakak masih akan bersedih untuknya?”
Kepalaku tertunduk dalam, aku tak bisa menjawabnya. Aku tahu aku marah pada Diaz yang menipuku, apa yang ia lakukan itu bisa sangat membahayakan jiwa kami dan terbukti kami nyaris kehilangan nyawa malam itu. Tapi disisi lain aku diingatkan bahwa dia sahabatku, perasaan setia kawan, toleransi dan kesedihan kami kehilangan dirinya begitu meluap-luap.
“Hiks…hiks” ku pikir itu adalah tangisanku tapi tenyata bukan, suara itu berasal dari atas meja kerja Diaz, Hana yang menangis, tapi kenapa?
“Hiks…hiks semua temanku dulu juga begitu. Tapi tak ada satupun yang menolongku saat anak-anak nakal itu menyembunyikan sepatuku. Berjam-jam aku mencarinya seorang diri hingga kemudian aku menemukannya di dalam salah satu kamar mandi, tapi tenyata tempatnya sangat tinggi. Aku naik ke atas kloset, karna licin aku terpeleset dan tak ada orang yang menolongku. Sampai keesokkan harinya, aku melihat orang-orang menggotong tubuhku, aku mati, banyak orang yang menangisiku”
“Kau…ju..ga ha..n..tu?” susah payah aku mengeluarkan kata-kata itu,leherku seperti tercekik. Hana mengganguk, dia turun dari atas meja dan barulah aku melihatnya, kakinya tidak menapak ditanah, dia melayang. Aku menabrak lemari saking kagetnya.
“Dan sekarang setelah aku mati teman-teman melupakannku.Aku kesepian tak ada yang menemaniku” tubuhnya semakin terguncang karna menangis. “ Rohku melayang-layang kesepian”
Entah kekuatan apa yang mendorongku untuk mendekatinya dan tanpa sadar aku telah menyentuh tubuhnya, sangat dingin, seperti ribuan es yang menghujam kulitku.
“Mereka tidak melupakanmu.” Aku kaget kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.”Mereka tidak menemanimu karna belum saatnya, bukan karna lupa”
“Benarkah…???”
“Benar, karna mereka sahabatmu dan kau sahabat mereka.”
Mendengar perkataanku itu Hana begitu bahagia, wajahnya merona gembira ia tak tampak seperti hantu yang berwajah pucat. Lalu dia memberi tahuku sebuah rahasia.
“Kembalilah kesana, kakak akan menemukannya dibawah lantai kamar mandi. Kak Phantom itu masih hidup.” Begitulah katanya sebelum akhirnya lenyap.
Aku tak begitu mengerti tapi ku putuskan untuk melaksanakannya.Ternyata benar kami menemukan Diaz, ada sebuah ruang bawah tanah dibawah lantai kamar mandi café. Kondisi Diaz sangat memperihatinkan, dia dehidrasi karna berhari-hari tak mendapatkan air, dan kami segera membawanya kerumah sakit.
“Tentu saja ia tahu keberadaanku.” Kata Diaz, dia telah pulih dan aku baru saja menceritkan tentang Hana padanya.” Dia yang mengunciku dikamar mandi dan dia pula yang membakar café kita. Dia ingin kita menjadi hantu untuk menemaninya yang kesepian.”
“Kalau begitu kenapa ia memberi tahu Mily kalau kau ada disana?” tanya Ocha.
“Benar juga, seharusnya dia membiarkanmu mati di dalam sana, dengan begitu ia akan mendapat teman.” Ucapku setuju
“Entahlah, mungkin saja ia telah menemukan teman yang ia cari.” Jawab Diaz.
“Padahal menurutku kau itu sangat cocok untuk menjadi temannya.” Sahut Daniel yang langsung disambut oleh gelak tawa kami begitupun Diaz ikut tertawa.
Begitulah meski Diaz telah melakukan kesalahan yang sangat besar tapi kami tetap memaafkannya karna dia sahabat kami. Aku jadi ingat pernyataan seorang intelektual Amerika bernama Randolph Bourne. Katanya, seorang teman itu dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia. Dan mungkin Tuhan memang telah menakdirkan kami untuk selamanya menjadi sahabat apa pun keadaanya.

* * *


“Huuaaaahh…” aku merenggangkan otot-ototku yang terasa kaku
Akhirnya aku bisa tidur nyenyak juga, ulah Diaz yang gila benar-benar telah menghabiskan waktu istiratku selama berhari-hari. Aku bangun dan langsung menuju kekamar mandi, namun ternyata pintunya sudah dalam keadaan terbuka, siapa ya? Saat aku hendak melihatnya tiba-tiba saja muncul sesosok orang dari dalam. Orang itu memakai kemeja lengan panjang, rok merah berselempang,dan kaos kaki tanpa sepatu. Rambutnya panjang terurai dan hampir menutupi sebagian wajahnya, tapi aku masih bisa melihat senyumnya terkembang diantara tetesan-tetesan darah dari dalam mulutnya. Darahnya sangat banyak sampai-sampai seluruh lantai berwarna merah darah, tangannya menggapai-gapai kearahku. Di…dia….
“Kakak ayo kita bermain bersama…”
“Aaaaaaaaaa……….aaa hantu Hanakoooooo”



SELESAI

LOMBA MENULIS CERPEN (1)

MUTIARA PAPUA
Oleh : SITI SUNDARI (X AK 2)

“ Bapak, akan belajar kemanakah kita ?” Tanya Lippo, saat mereka keluar dari Lembah Baliem.
“ Ke Bandara.” Jawab Pak Bontang singkat, sambil terus memperhatikan jalan yang terjal.
“ Akan naik pesawatkah kita ?” tambah Regas penasaran.
“ Tidaklah, naik pesawat itukan mahal.”
“ Lantas???” Regas tambah tak mengerti.
“ Aku ajak kalian semua menjemput keponakanku yang dari Jakarta.”
Regas, Lippo dan Tupil diam mendengar jawaban dari Pak Bontang. Dan pikiran mereka melayang, membayangkan seperti apa Bandara Lembah Baliem itu.
Sampai di bandara Regas, Lippo dan Tupil benar–benar di buat kagum oleh bangunan yang begitu besar dan megah.
“ Inikah bandara? Besar sekali..!!!” ucap Lippo kagum. Begitu pula kedua temannya. Pak Bontang tersenyum simpul melihat tingkah laku ketiga muridnya itu. Meski begitu mereka bukanlah anak-anak yang tertiggal. Mereka sudah menguasai Bahasa Indonesia, berkat Pak Bontang. Pak Bontang adalah imigran dari Jakarta. Pak Bontang sering mengajak 3 muradnya itu ke kota. Kadang hanya jalan-jalan ataupun sengaja mempelajari sesuatu.
“ Itu keponakan Bapak.” Pak Bontang menunjuk seorang gadis berkulit putih, berambut hitam panjang dan bergelombang. Regas, Lippo dan Tupil mengikuti Pak Bontang menuju gadis itu. Setelah Pak Bontang dan gadis itu berjabat tangan, gadis itu berkenalan dengan 3 murid Pak Bontang.
“ Hai…aku Mayang.” Gadis itu bersuara lembut.
“ Aku Lippo.” Lippo menjabat tangan Mayang.
“ Aku…aku…Tupil.” Tupilpun menjabat tangan Mayang.
“ Dan aku Regas.”
“Emm...baiklah anak-anak,ayokita pulang,.”
Sepanjang perjalanan pulang ketiga murid Pak Bontang membisu, mendengarkan Pak Bontang dan Mayang berbincang-bincang.
”May….kau belum cerita pada Paman alasan mu datang kemari, padahal dulu kau alergi sama suku pedalaman?”
“ Iya memang, tapi aku mendapat tugas melakukan pengamatan di Suku Pedalaman Papua. Kalau tidak dilakukan, aku tidak akan naik kelas. Guruku memang menyebalkan!!” Gerutu Mayang kesal.
Pak Bontang tak menyahut, hanya tersenyum sambil memperhatikan jalan lembah yang terjal. Mendengar hal itu hati Regas berkecamuk. Regas mulai tak suka dengan gadis itu.
Sampai di rumah Pak Bontang, ketiga murid Pak Bontang langsung mengambil posisi di Rumah Pohon, di samping rumah Pak Bontang. Rumah Pohon itu biasanya mereka gunakan untuk belajar. Sementara Mayang dan Pak Bontang masuk kedalam rumah. Tak lama Pak Bontang keluar bersama Mayang.
“ Anak-anak hari ini kalian belajar bersama Mayang.” Jelas Pak Bontang.
“ Belajar apa pak??” Tanya Lippo.
“ Belajar berbahasa Indonesia yang benar.”
“ Pak Bontang hendak kemanakah?” Lippo dan Tupil bertanya serentak.
“ Kepala Suku memenggilku, aku akan menemui beliau.”Setelah berpamitan, Pak Bontang langsung pergi.
Di rumah pohon itu, ada satu meja panjang yang digunakan ketiga murid Pak Bontang. Satu meja kecil yang biasanya digunakan Pak Bontang. Tak ada kursi. Mereka biasanya duduk di bawah, tanpa tikar. Hanya beralaskan papan. Di dindingnya ada beberapa gambar para pahlawan, foto Presiden, Wapres dan Burung Garuda.
“ Pandaikah kau berbahasa Indonesia??” Tanya Regas sinis. Ia merasa tak rela bila harus diajari oleh orang yang seusianya.
“ Ah… tidak juga.”
“ Kalaulah tak pandai mengapa kau mau mengajari kami!!!” Regas menunjukan rasa tak sukanya pada Mayang tanpa sungkan. Dan langsung pergi dari rukah pohon itu.
“ Mayang, janganlah kau ambil hati. Si Regas memang seperti itu.” Lippo berusaha menenangkan Mayang
“ Regas itu pendiam, tapi juga galak. Dia anak yang baik, tidak pernah marah. Tapi aneh mengapa dia jadi seperti itu ya...???” Tupil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia merasa bingung.
* * *
“ Reegaaas ….!!! Reegaaass……!!!!” teriak teman-teman Regas dari luar rumahnya. Regas langsung ke luar dari rumah, begitu teman-temannya datag.
“ Ayo berangkat..” ajak Lippo, ketika Regas terlihat keluar dari rumah. Regas dan Tupil mengangguk. Merekapun berjalan beriringan menuju hutan.
Saat memasuki hutan, keadaan masih gelap dan sunyi. Suara Burung Hantu dan kepakan sayap Kelelawar menambah suasana mencekam. Meski begitu ketiga anak itu tak mungkin takut ataupun tersesat, karena itu adalah jalan yang setiap hari mereka lalui. Sampai di tengah hutan, matahari sudah tinggi. Tetapi dari dalam hutan, hanya remang-remang. Sinar matahari terhalang daun pepohonan yang lebat. Memang, hutan di Lembah Baliem belum terjamahi tangan-tangan usil.
Mereka bertiga mencari kayu bakar di tempat terpisah, ketika sudah dapat banyak mereka akan berkumpul di tempat yang telah ditentukan.
“ Sudah cukupkah kayu bakar kalian?” Tanya Lippo ketika kembali dari tempatnya mencari kayu.
“ Ayo pulang!!” ajak Lippo.
Kedua temannya hanya mengangguk dan mereka berjalan beriringan untuk kembali pulang.
“ Gas… beberapa hari ini ku lihat kau tak datang kerumah Pak Bontang. Kenapakah??” Tanya Lippo penasaran.
Regas tak menjawab.
“ Ku dengar kau ada masalah sama si Mayang. Ada apa?? Mayang itukan gadis yang baik. Selama ada Mayang aku selalu dapat makanan yang enaakk buuangeett...” Tupil mengacungkan kedua jempol tangannya.
“ Hai….” Tiba-tiba Mayang muncul dari balik pohon yang cukup besar di depan ketiga anak muda itu.
“ Mayang…???” ketiga anak muda itu tampak terkejut dengan kedatangan Mayang.
“ Kau? Bagaimana mungkin bisa ada di sini? Tak tersesatkah kau??” Tanya Lippo yang tak percaya Mayang ada di hadapannya.
“ Iya, hampir saja. Tapi akhirnya ketemu juga.”
Lippo dan Tupil tampak senang dengan kehadiran Mayang. Tetapi Regas berlalu meninggalkan mereka begitu saja.
“ Regas…tunggu!!” Teriak Mayang dan berlari mengejar Regas.
Regas berhenti. “ Ada apa?” Tanya Regas tanpa memandang Mayang.
“ Sulit sekali mencari mu. Saat aku datang ke rumahmu, kamu nggak ada, kamu juga nggak datang ke rumah Paman beberapa hari ini. Kamu kenapa??”
“ Pedulikah kau??!!”
Mayang tercengang, hatinya bergetar. Tetapi ia mencoba tegar.
” Tentu saja aku peduli. Kamu salah satu orang yang berkemauan keras untuk bisa bersekolah di kota. Jadi ku harap besok kamu datang ke rumah Paman, seperti biasa.”
“ Tak perlu kau beri tahu aku dan tak harus kau harapkan aku!!” Nada bicara Regas masih datar, walau amarahnya telah memuncak.
“ Kamu nggak suka ya sama aku??” Mayang memegang pundak Regas yang akan pergi meninggalkannya. Regas melepaskan tangan Mayang dari pundaknya. Dia berbalik dan memndang Mayang.
“ Aku tak suka kau!! Itulah kenyataannya. Puas kau?!?!” nada bicara Regas meniggi.
Hati Mayang benar-benar bergetar. Ia tak tahu mengapa Regas membencinya. Butiran halus yang sedari tadi terbendung di pelupuk matanya, kini jatuh membasahi pipi.“ Adakah alasannya...??? ” tanya Mayang di sela isaknya.
“ Aku tak suka kau lakukan pengamatan di suku kami! Kami bukanlah bahan pengamatan, kami ini manusia. Kami punya perasaan. Kenapa...kenapa orang-orang kota selalu ingin tahu tentang kami. Padahal kami tak pernah ingin tahu tentang mereka..!!” suara Regas meledak bersama amarahnya. Dan itu membuat kedua temannya terkejut, terutama Mayang. Rupanya Mayang tak kuasa menahan goncangan-goncangan di dalam batinnya. Ia berlari meniggalkan Regas dengan tersedu-sedu.
* * *
Sore itu, Regas sendiri di tepi sungai Lembah Baliem. Hatinya berdesir. Kaku. Sepi. Sedu dan ada rasa sembilu menancap di jantung hatinya. Saaakkiiiitttt…. Angin sore lembut membelai rambut keritingnya. Regas memandang jauh kearah matahari terbenam. Sinarnya tak lagi menyilaukan mata. Hangat.
“ Regas….” Sebuah suara muncul dari arah belakang. Suara yang begitu ia kenal. Pak Bontang. Pak Bontang duduk di samping Regas, di sebuah batu hitam yang cukup besar.“ Sedang apakah kau di sini?”
Regas menarik nafas panjang.
“ Tak ada.” Jawab regas lirih.
“ Ha..ha..ha..” Pak Bontang tertawa ringan. Regas tak merespon. Pandangannya semakin kosong. Melihat muridnya tak ingin bercanda Pak Bontang melanjutkan pembicaraannya. “ Aku sudah dengar dari Mayang kejadian itu. Bapak tahu kau tak suka, tapi mengapa kau korbankan waktu belajar mu? Banyak pelajaran yang kau tinggalkan. Tak rugikah kau?” Pak Bontang menatap Regas, tetapi regas tak tampak bersemangat membicaraka hal itu.
Pak Bontang menarik nafas panjang. Ia merasa kalah dengan muridnya itu. “Rasanya baru kemarin Bapak mengajari kamu berbahasa Indonesia. Tapi kini kau sudah mahir dan mulai berfikir kritis terhadap suku kita. Luar biasa..!!” Pak Bontang turut memandangi langit sore. “Gas … harusnya kau tahu alasan orang-orang kota selalu ingin tahu tentang hidup kita, orang-orang suku pedalaman. Mereka iri karena kita mampu berbaur dengan alam. Mereka iri karena kita masih bisa menikmatti kekayaan alam tanpa merusaknya. Mereka iri kita masih bisa pergi ke tempat yang jauh, tanpa asap kendaraan. Berbanggalah kau Gas, jadi anak suku pedalaman.” Pak Bontang kini menangkap sesuatu di mata Regas. Pak Bontang berharap kata-katanya mampu mengubah pandangan Regas terhadap orang-orang kota. Pak Bontang berdiri dan menepuk bahu Regas.
” Esok Mayang akan kembali ke Jakarta, dia bilang tidak akan mepresentasikan hasil pengamatannya. Meski dampaknya dia tidak akan naik kelas.” Pak Bontangpun meniggalkan Regas.
Regas tak bergeming. Ia terpaku. Kini pandangannya tak lagi kosong. Kata-kata Pak Bontang berputar-putar di kepalanya. Terlintas alasannya membenci Mayang. Awalnya ia hanya iri karena Mayang anak kota dan ia anak suku pedalaman. Regas masih saja membenci sesuatu yang berbau pekotaan, bukan karena ia tak ingin sukunya menjadi kelinci percobaan. Itu hanya alasan untuk menutupi alasan yang sesungguhnya. Alasan sesungguhnya adalah karena ia belum mampu menerima kenyataan, bahwa ia tidak bisa bersekolah di kota. Regas dan kedua temannya pernah mencoba meminta untuk di sekolahkan ke kota. Tetapi orang tua mereka menolak dengan alasan jarak yang amat jauh dan biaya bersekolah itu tidak murah. Alasan itu pulalah yang mebuat mereka mau menimba ilmu pada Pak Bontang.
Kadang Regas menyesali nasibnya, harus terlahir di suku pedalaman.
Regas menarik nafas panjang. Perlahan...panjang sekali... Langit tak lagi bersama Sang mentari. Langit kini bersama gurat-gurat keemasan. Indah. Regas beranjak dari tempatnya. Langkahnya berat. Seberat hatinya menekan rasa bencinya pada Mayang. Dan merubah pemikirannya.
* * *
Pagi-pagi Regas sudah berlari meninggalkan rumahnya. Ia tak mencari kayu bakar seperti yang biasanya ia lakukan. Langkahnya tergesa-gesa. Semakin cepat. Sempat beberapa kali ia jatuh saat menurunni bukit-bukit kecil, untuk segera sampai di rumah Pak Bontang. Ya....pikirannya telah sedikit terbuka. Ada paradigma baru mengenai orang-orang kota.
Sampai di rumah Pak Bontang, Regas melihat Lippo dan Tupil melambaikan tanganya.
” Regas kau datang?!” tanya Lippo yang menyadari kedatangan Regas dari belakangnya. Regas masih terengah-engah.
” Mana Ma..yang??” tanya Regas panik.
” Baru saja berangkat...” jawab Lippo.
” Kau terlambat...!!” Tupil menyahut sambil memukul kepalanya sendiri.
Tanpa berpikir panjang Regas berlari mengejar Jeep Pak Bontang yang belum jauh itu. Lippo dan Tupil mengikutinya dari belakang. Meraka mengambil jalan pintas.
Untunglah...!!! Pak Bontang masih terkejar. Mayang yang melihat Regas belari-lari dari kaca spion, memberi isyarat pada Pak Bontang untuk menghentikan mobilnya. Secepat kilat Mayang turun dari mobil dan menemui Regas.
” Huuuffh...huuuffh...huuuffh....” Regas terengah-engah, hampir saja nafasnya putus. kedua temannya pun mengalami hal yang sama.
” Regas...!!! Senang sekali kau...”
” Ini...” Regas memotong kalimat Mayang. Ia juga menyerahkan beberapa lembar kertas yang semalam membuatnya tak tidur.
” Itu catatan menganai suku ini. Aku yakin kau membutuhkannya.”
” Regas.. tak ku sangka kamu....” Mayang tiba-tiba memeluk Regas dan menangis. Mayang merasa terharu tetapi ia pun merasa sangat bahagia.
” Diin...diiiin....” suara klakson Pak Bontang memaksa Mayang melepaskan pelukannya.
” Semoga kita bisa bertemu kembali. Aku berangkat dulu. Daaa...” Mayang melambaikan tangannya. Berlari kecil menuju mobil Pak Bontang. Pak Bontang menyalakan mesi dan mereka berangkat.
” Mayang...!!!! Suatu saat nanti aku akan menyusulmu......!!” teriak regas sambil melambaikan tangannya.