Rabu, 21 Juli 2010

SEPUTAR PEMILIHAN

PEMILU
RAMALAN RONGGOWARSITO

Jangan percaya ramalan. Kebiasaan itu tidak akan membawa Anda kemana-mana. Namun demikian, kebiasaan orang Jawa mengotak-atik gathuk memang mengasyikkan. Anda tidak usah percaya. Simak saja dan anggap ini sebuah kreativitas orang Jawa kuno yang memiliki pemikiran melewati zamannya.
Anda pasti pernah mendengar nama Ronggowarsito, pujangga Jawa yang namanya mengabadi. Menurut sang pujangga, akan ada tujuh satria piningit yang akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit. Karena memang setelah Majapahit runtuh wilayah nusantara disatukan ole bendera Indonesia, sebagian besar orang Jawa yakin, wilayah yang dimaksud adalah tanah air kita ini.
Nah, menurut Pak Ronggo, akan muncul tujuh satria piningit, yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Rumus otak-atik gathuk mulai bekerja disini. Sebagian kalangan kemudian menafsirkan tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut:

1. Satrio Kinunjoro Murwoko Kuncoro
Ditafsirkan sebagai pemimpin yang akrab dengan penjara (kinunjoro), yang akan membebaskan bagsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor di dunia (murwo kuncoro). Karakter seperti ini dekat dengan fakta Soekarno, proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia, sang Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin rezim Orde Lama yang berkuasa tahun 1945-1967.
2. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar
Pemimpin yang satui ini akan dikenali dari harta dunia (mukti)-nya yang melimpah dan wibawa (wibowo)-nya yang ditakuti. Akan tetapi ia mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serbaburuk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan dan kesalahan (kesandung kesampar). Karakter ini cukup dekat dengan sejarah Soeharto, presiden kedua Republik Indonesia, pemimpin rezim Orde Baru yang ditakuti dan berkuasa sepanjang tahun 1967-1998.
3. Satrio Jinumput Sumelo Atur
Tokoh ini diangkat / terpungut (jinumput) dalam masa jeda atau transisi atau sekadar menyelingi saja (sumelo atur). Profil tokoh ini dekat dengan catatan hidup BJ Habibie, presiden ketiga Republik Indonesia yang berkuasa tahun 1998-1999.
4. Satrio Lelono Topo Ngrame
Ia adalah pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (lelono). Ia adalah seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan religius yang cukup (topo ngrame). Karakter ini mirip dengan profil K.H. Abdurrahman Wahid, presiden keempat Republik Indonesia yang berkuasa tahun 1999-2000.
5. Satrio Piningit Hamong Tuwuh
Ia muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (hamong tuwuh). Satu-satunya presiden Indonesia yang merupakan keturunan presiden sebelumnya adalah Megawati Sukarnoputri, presiden kelima Republik Indonesia yang memimpin Indonesia tahun 2000-2004.
6. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro
Ia adalah tokoh pemimpin yang berpindah tempat (boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (pambukaning gapuro). Banyak pihak yang meyakini, tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono.
7. Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu
Satria ketujuh ini sangat religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang resi begawan (pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah Swt (sinisihan wahyu).
Tidak tahulah, apa yang disiapkan Tuhan terhadap bangsa ini. Pemimpin macam apa pastinya yang akan diberikan-Nya untuk Indonesia. Benar atau tidak ramalan sang pujangga, karakter pemimpin ketujuh itulah yang sedang kita tunggu-tunggu, pemimpin yang menjadi “kepanjangan tangan” Tuhan, dan hanya memutuskan apa-apa yang diridhai-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar