Jumat, 04 Februari 2011

Cara Menumbuhkan Minat Baca

Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memanfaatkan waktu. Agar bertambah besar minat membaca kita, maka harus diperhatikan hal-hal berikut ini :

A. Konsentrasi saat membaca
Muslim yang ingin membaca suatu buku tertentu, maka ia harus memusatkan pikiran dan kedua pandangannya tertuju pada halaman yang dihadapinya. Mengosongkan hati dari berbagai hal yang dapat mengganggu ketika hendak menerima ilmu. Sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah : " Begitulah, orang yang melihat sesuatu tanpa hati atau mendengar kalimat2 para ulama tanpa hati, ia tidak akan mendapatkan apa-apa, sebab pusat segala perkara berada di hati. Disinilah tampak rahasia dari firman Allah :

" Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu ia dapat memahami ..." (QS.Al-Hajj : 46)

Inilah cara pertama bahkan yang terpenting di dalam menumbuhkan minat baca, yakni membaca dengan penuh konsentrasi dan memahami apa yang sedang dibaca.

B. Pengamalan terhadap apa yang dibaca
Mengamalkan apa yang telah dibaca adalah satu cara untuk mengokohkan ilmu di dalam hati dan akal, sekaligus menjadi pendorong untuk mencinntai ilmu. Ibnu Qayyim berkata : "Beramal adalah hasil dari benih ilmu. Maka apabila keduanya berkumpul, maka akan menghasilkan kebahagiaan dan apabila berpisah yang satu dengan yang lain, maka tidak memberikan sesuatupun hasil ".

Karenanya, kita harus menterjemahkan apa yang telah kita baca ke dalam realita kehidupan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi SAW, dimana Al-Quran adalah akhlak beliau.

C. Membaca materi yang disukai secara bertahap, sedikit demi sedikit dalam menuntut ilmu.Herndaknya para Muslim memulai dari yang penting lalu yang terpenting, seperti memulai dari buku2 yang tipis-tipis, kemudian buku2 yang cukup tebal, bahkan yang berjilid-jilid, kemudian melangkah ke buku2 rujukan dan ensiklopedik. Begitu pula dengan tingkat kandungan buku, hendaknya dimulai dengan tema ringan, mudah dicerna, kemudian pada yang lebih berbobot, sehingga dengan demikian kaum Muslimin bisa mengenal semua buku yang ada.

D. Mengenal semangat ulama salaf
Orang yang cukup puas membaca sekadarnya apabila ia mau membaca, dibandingkan dengan bagaimana semangat ulama salaf di dalam menuntut ilmu, berkorban demi ilmu, supaya tidak hilang waktu mereka hanya untuk mengenyangkan perut saja, maka sudah pasti, dirinya akan merasa kecil dibandingkan para salaf.
Sebagai contoh, sebuah riwayat tentang Imam Ar-Razy, yg mengatakan :"Waktu pertama kali aku pergi menuntut ilmu, aku bermukim selama 7 tahunn dan akau berjalan kaki lebih dari seribu farsakh (1 farsakh = 8 km), setelah itu aku pergi ke Mesir dari Bahrain dengan berjalan kaki, kemudian ke Ramulla, lalu ke Tharsus dalam kurun waktu 20 tahun.
Semua itu beliau lakukan dalam rangka mencari ilmu dan kita ketahui bahwa Imam Ar-Razy tidak memiliki kendaraan, tetapi tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu.
Masih banyak contoh lain dari sisi pengorbanan mereka dalam kisah2 serupa dan kitab2 biografinya, yang membuat hati orang yang lalai, yang hidup dalam kemewahan dan memboroskan waktunya dengan perbuatan mubazir, akan tersentak dibuatnya.

E. Memilih waktu yang tepat
Memilih waktu yang tepat untuk membaca, menghafal atau mengadakan penelitian adalah termasuk cara terbaik untuk menumbuhkan kecintaan membaca dan menuntut ilmu. Berikut ini, salah satu contoh jadual salah seorang ulama salaf, dengan harapan agar bisa kita teladani. Salaf ini berkata : "Waktu yang terbaik untuk menghafal adalah waktu sahur (sebelum fajar), untuk meneliti adalah waktu pagi, untuk menulis di tengah hari dan untuk menelaah dan mengulang di waktu malam. Dan tempat yang paling baik utk menghafal adalah di kamar dan di setiap tempat yang jauh dari keramaian atau kebisingan.

F. Menganekaragamkan bacaan

Yang demikian itu agar tidak monoton dalam membaca, agar tidak bosan atau malas. Karena itu, sekali waktu perlu diselingi membaca Al-Quran, Sirah Nabi, dll, yang akan menyentuh jiwa dan sekali waktu menghibur hati dengan majalah dan surat kabar.
Manfaat lainnya adalah, dengan keaneragaman bacaan ini, akan membentuk daya intelektual yang kuat, sehingga Muslim mampu mengadakan penelitian, memahami dan menganalisis berbagai persoalan.

G. Berdoa
Berdoa dan hendaklah selalu berdoa. Doa merupakan ibadat yang membantu orang yang beriman dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, baik yang bersifat materi ataupun non materi, seperti dalam soal menuntut ilmu dan lainnya.

Karena itu, hendaknya setiap Muslim senantiasa membiasakan diri berdoa kepada Allah, agar Dia berkenan membrikan kegemaran membaca dan kemudahan bagi kita dalam menuntut ilmu. Barangsiapa yang senantiasa bersama ALlah, maka Allah akan selalu menyertainya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar