Jumat, 01 Juni 2012

LOMBA MENULIS CERPEN (2)


DI SINI ADA SETAN????
Oleh : Vina Ristiana X AP 2

Suasana sepi begitu dirasakan ketika memasuki perpustakaan. Murid-murid terklihat serius dengan buku yang sedang mereka baca. Suasanapun teraa semakin mencekam ketika yang terdengar hanyalah suara helaian balikan kertas pada halaman buku yang dibalik. Dan suara detik jam yang menambah suasana sunyi. Tanpa disadari seorangpun terlihat seorang siaswi terduduk di bangku di sudut belakang perpustakaan. Sekilas baju yang dikenaknnya tak jauh berbeda dengan seragam yang dikenakan oleh siswa lain dalam ruangan itu. Namun baju itu terlihat koyak, kotor lusuh dan terlihat beberapa ceceran darah memenuhi bebrapa bagian bajunya. Sepatu yang dikenakannya pun hanya satu, itupun sudah lusuh sedangkan kaki lain hanya mengenakan kaos kaki lusuh yang membungkus kaki kurusnya.
Tiba-tiba terdengar senandung lirih dari siswi yang sedari tadi menunduk ittu. Pada awalnya hanya senanduing lirih namun semakin lama semakin keras. Merasa terganggu dengan senandung tersebut seorang siswi yang duduk di seberang bangu itu menoleh untuk mencari sumber suara. Namun yang ia temukan hanyalah sesosok perempuan yang terduduk di lantai dengan pososo merangkak dan bergerak manuju arahnya. Semakin lma semakin smandekat dan buku yang ada di tangannya terjatuh dan saat hendak mengambilnya kembali, yang ada di hadapannya adalah sesosok wajah menyeramkan dengan darah dimana-mana dan sebelah bola mata yang tak pada tempatnya. Kini menatapnya dan,,,,,
“Arrrrrrgggggggghhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!”
“Hahahaha dasar penakut kamu. Lihat giru aja langsung pingsan, huh dasar penakut!” cibir Rene pada Ike sahabatnya.
“Dasar jahat! Tega ya ngerjain aku, kamu kan tahuu aku itu penakut, malah dikerjain. Pakai jaddi suster ngesot segala lagi. Dasar kurang kerjaan.” Ujar Ike setelah bangun dari pingsannya. Kesal, Ia melempar bantal ke muka temannya.
“Habis, jadi orang kok penakut banget. Hahah. Eh dengerin ya, dimana-mana hantu iotu nggak ada. Yang ada juga di film-film. Aku mah nggak begitu percaya sama yang begituan!” balas Rene dengan mimic serius.
“Yaudah kalau nggak percaya, aku sumpahin ya, kamu bakal ketemu sama tuh setan, biar nyaho’ and biar kamu percaya kalu yang begituan itu emang ada” ucap Ike seraya bangun dari tempat tidur.
“Eh, kamu mau kemana?
“Ke kantin, ikut nggak?” ajak Ike.
“Nggak ah, pingin di sini dulu, kali-kali ada setan lewat, kan asik tuh, bias foto bareng, hehe upload deh ke facebook” ejek Rene usil. “ Ogah, yaudah aku ke kantindulu, hati-hati lo, nanti ada setan lewat hahah” potong Ike sambil berl;ari.
“Aku nggak takut” teriak Rene dari dalam UKS.
*************

Setelah Ike keluar, tinggal Rene seorang diri di UKS. Sambil berbaring di tempat tidur, Rene mulai merasakan seolah olah ada sesosok yang berdiri di balik pintu. Namun hal itu tak dihiraukannya. Dlam hati Rene berkata mungkin gak si setan itu ada?? Halah, paling juga boongan emang dasar orang- prang aja yang penakut. Hmm
Namun suasana di ruang itu semakin aneh dan dingin. Tanpa dirasanya sesosok bayangan anak kecil berlari di luar UKS.
“ ehhh…. Jangan lari lari, ntar jatoh sukurin lu..pala lu benjol kaya tuyul” ujar Rene sambil bangun dari tidurnya sertakeluar UKS. Namun yang dihadapinya hanyalah lorong kosong sunyi tranpa suara.
“Loh, kok nggak ada sih? Tadi kan tuh anak lewat sini, cepet amat larinya. Aku aja kalah. Dasar anak kecil.” Terheran-heran Rene celingukan di pintu UKS. Tiba-tiba Ia merasa bulu kuduknya merinding, dan memutuska untuk pergi dari UKS.


********************\

“Eh, kamu pernah denger nggak tentang sejarah sekolah kita” nyamnyam celoteh Ike pada Rene sambil ngemil.
“Enggak, emang kenapa? Nggak ada urusannya sama aku” sahut Rene dari Balik buku yang dibacanya/
“Huh, dasar cewek aneh” goda Ike tertawa.
“Ih, bodo teuing soal itu” sahut Rene tak tertarik.
“Denger ya, sekolah kita sebelum jadi kayak gini dulunya bekas tempat pmbantaian minoritas cina gitu waktu penjajahan Belanda, dan tahu nggak sih, konon arwah mereka yang belum sempet dikuburin pada gentayangan. Ih, serem banget nggak sih?” celoteh Ike serius. Mulai tertarik Rene menutup bukunya,
“Emang mayatnya nggak ditemuin ya? Pada gentayangan?” Tanya Rene.
“Huum sih katanya. Jadi arwah mereka pada……..” tiba-tiba Rene memotong
“Ihihihihi,mana kepalaku,,,”
“Ah, nggak lucu tahu, bercandanya” ujar Ike sembari melempar buku Rene.
“Hahaha, dasar penakut, cemen” goda Rene sambil menjulurkan lidahnya.
Tiba-tiiba “ssssttt dilarang rebut di perpustakkaan.” Kompak Rene dan Ike mencari sumber suara. Ternyata suara penjaga perpustakaan yang terdengar. Dengan malu Rene dan Ike pun terdiam namun sesekali terdengar tawa mereka samar.
***************


Dengan langkah tegap Rene berjalan di antara etalase toko mall kelapa gading. Karena hari minggu maka Rene memutuskan untuk refereshing ke mall. Tiba- tiba perutnya terasa keroncongan dan ingin memekan sesuatu. Lalu Rene berjalan menuju lift yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri.
Sampai di pintu lift, Rene menekan tombol 3 untuk menuju ke lantai 3 yang terdapat banyak toko dan caffe. Saat pintu terbuka, Rene masuk dan.. merasakan kejanggalan di dalam lift. Cuek, Rene menghiraykannya.
Tiba tiba saat di dalam lift Rene mencium bau busuk yang sanga menyengat dari arah belakangnya. Semakin lama semakin tajam dan memenuhi rongga hidungnya. Merasa tak nyaman, Rena perlahan menengok ke belakangnya. Dan bau itu semakin menusuk hidungnya. Saat ia menoleh ke belakang tiba-tiba...
Seorang wanita yang sedari tadi berada di belakangnya tenga meliriknya dan tertawa..
“maaf mbak saya kentut” ^_^ ucap wanita itu.


*******
The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar