Jumat, 01 Juni 2012

LOMBA MENULIS CERPEN (3)


GADIS BERGAUN SURGA
Oleh : Siti Zubaidah XI AK 2

Udara segar dan cerah menyambut hariku pagi ini. Hangatnya sinar mentari menyentuh kulitku. Indah sapaanya mengiringi langkah menuju istana belajarku. Dengan niat meraih mimpi-mimpi yang akan ku raih suatu saat nanti.Ku langkahkan kaki dengan penuh ambisi.Namaku Latif Muhammad Ikhsan , teman-teman biasa memanggilku Latif. Aku sekarang duduk dibangku kelas XI SMA salah satu sekolah didaerahku.Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah pilihanku.Hari ini adalah hari terakhir ulangan Sumatif ,Sudah aku persiapkan dengan baik. Dengan belajar, iringan do’a dan ibadah lainnya dan aku berharap hasilnya kelak akan baik dan tidak mengecewakan,tentu itulah do’a setiap pelajar seperti halnya denganku,tentu berharap Tuhan selalu menyempatkan Ridho-Nya .amin..
Kakiku melenggang dengan pasti. Seperti biasa ku awali hari ini dengan senyuman yang lebar disetiap langkahku. Kusapa setiap orang di sepanjang perjalananku.Perasaan bahagia terlihat jelas diraut wajahku.Tak sanggup ku menepis perasaan yanng sungguh membingungkan ini. Entah mengapa aku merasa begitu bahagia . ”Apa ada sesuatu atau memang hari ini adalah penerimaan raport ?? “ Bergumam dalam hati. Namun sontak tatapan mataku terpaku pada anugerah yang sangat luar biasa bagiku. ”Subhanallah....” ku ucapkan dari hati dimana aku mengaguminya. Hatiku ingin berpaling tapi mataku tak berkedip.Betapa cantiknya gadis yang berjalan berlawanan arah dariku. Gadis berjilbab yang terlihat amat manis dan berwajah teduh, hatiku jadi gugup tak karuan. Darahku terus mengalir berontak mau tumpah. Langkahnya yang lembut,gadis itu bersampingan denganku sambil menundukan pandanganya dengan tenang. Kacaunya perasaanku saat itu.Lemas langkah kakiku dan aku masih tak bisa menanta hatiku .
Gedubrakkk......
Sampai aku tak melihat apa yang ada didepanku ,akhirnya gerobak bubur ayam milik pak Oyon yang berada dipinggir jalan tepatnya didepan gedung sekolahku itu jadi sasaran salah tingkahku.

Hati-hati to le kalau jalan ya lihat depan jangan melamun“ tegur bapak separuh baya itu.
iya pak maaf tadi saya tergesa-gesa pak” jawabku dengan nada yang masih tersendat-sendat.
iya sudah tidak apa-apa tapi lain kali jangan begitu,kan yang rugi kamu juga jadi benjol kepala kamu eh bukan kepala tapi fikiran yang ada dikepala kamu” sahut pak Oyon sambil tersenyum.
Ah bapak ini bisa saja,ya sudah saya masuk dulu ya pak”
iya Tif jangan nyeleweng lagi ya “ jawab pak Oyon itu dengan lantang.

Begitu sampai dikelas,”Astagfirullah...aku kan pernah baca buku . pandangan pertama adalah anugerah namun seterusnya adalah dosa” . Setelah ku mengingat hal itu , aku pun langsung mengalihkan fikiranku namun wajah gadis penuh cahaya itu masih tersimpan utuh dalam bayanganku.
Teet teet teet....
Bel yang ku tunggu-tunggu akhirnya berbunyi.Udara segar diluar ruangan akhirnya kembali kunikmati.Waktu sudah menunjukan pukul 15.15 pelajaran telah usai dan saatnya berolah raga sore . Mengalunkan melodi hentakan kakiku yang penuh semangat .Sesampai dipersimpangan tepatnya tempat pertemuan dengan gadis berjilbab itu .Fikiranku melayang seakan menembus awan terbayang akan betapa indahnya ciptaan Tuhan yang begitu mengagumkan itu.
Lagi dan lagi aku di kagetkan .
Tapi kali ini bukan karena gadis itu atau pun gerobak pak Oyon.
Hayooo.. melamun lagi ,untung saja gerobaknya tak dorong ,kalau ada didepan kamu pasti sudah ditabrak lagi,” Tegur bapak berkumis tipis itu dari belakangku.
Astgfirullah pak Oyon bikin kaget saja,,!! Tapi sudah tidak melamun pak “ jawabku menutupi rasa malu yang masih terlihat jelas di wajahku.
“Ya Allah hidungnya sampai kayak badut begitu,dia tidak lewat lagi ya ?” Goda pak Oyon.
Ah bapak ini,sudah ah pak saya mau pulang “ dengan rasa yang tak menentu saya segera berjalan pulang.
hehehe ya sudah hati-hati lo” pesan pak Oyon sambil melambaikan tanganya ke arahku.
iya bapak Oyon “jawabku
Setelah suasana yang membuatku malu bukan kepalang itu,kulanjutkan langkahku yang sempat tersendat dengan kekacauan fikiranku yang berhasil di buyarkan oleh pak Oyon.
Masih terselib dimataku pemandangan indah dibalik jilbab yang mengagumkan itu.Wajah yang teduh menyimpan banyak keistimewaan.Begitu indah terang cahaya bulan mampu terkalahkan dengan sinar mata yang menghiasi cantik diwajahnya.Tak mampu aku menepis semua yang telah masuk dalam penglihatanku.Hampir disepertiga malam aku lantunkan do’a untuk menghilangkan pandangan kala itu.Namun apa dayaku sebagai hamba yang tak mampu menghindar dari semua yang telah terjadi.”Kunikmati sajalah anugerah ini “ pikirku dalam angan yang masih melayang.
Anugerah terindah yang di perlihatkan-NYA padaku hari yang lalu. Begitu terlihat jelas dalam rona wajahku yang tiap kali mengingatnya ,aku senyum tak menentu. Benar-benar aku telah mengaguminya. Dan hari ini aku telah mengawali dosaku. Kuulangi pertemuan itu. Langkah kakiku berjalan pelan seakan berkompromi dengan hatiku yang berharap dia akan datang. Ya..benar harapanku pun terjawab, namun kali ini dia bersepeda perlahan,dan masih dengan khasnya yaitu mengenakan jilbab yang tampak begitu menyegarkan.Saat ku pandang sosok yang mengagumkan dari jauh dengan laju sepedanya yang tenang itu.Tak dapat kupungkiri indah kepribadianya telah mengacaukan mataku..Tiba-tiba ia melintas dengan jarak yang sangat dekat denganku.Dengan penuh percaya diri aku pun tersenyum kepadanya.Dia pun juga tersenyum ,namun bukan denganku melainkan dengan ibu pemilik warung dipinggir jalan dimana aku sedang melangkah .
Mari bu ,,, “ sapaanya dengan nada yang lembut dan senyumannya yang mempesona.
iya Nur hati-hati ya” jawab ibu itu.
Tak terduga dalam benakku ,gadis yang ku kagumi itu merasa ku perhatikan.Dan ia menyempatkan tersenyum kepadaku meski hanya sekejab namun hal itu mampu menumpahkan keringat dingin ditubuhku.Merinding bulu kuduku seolah ada sesuatu yang beda menggetarkan jiwaku.Namun dari pertemuan kedua itu aku jadi tahu siapa nama gadis itu.Nur.... ya Nur namanya.
Sejak pertemuan yang tak terduga itu aku mulai sedikit berubah.Aku yang dulu sangat lugu namun kini sudah lebih bisa berinteraksi.Abiku juga berpendapat demikian. .Saat aku tengah asik membaca buku disudut kamarku,Abi datang menghampiriku.
Latif ,bagaimana hasil nilaimu semester ini ?” tanya abiku.
Alhamdulillah baik bi” sambil kutunjukan raportku yang baru kuambil kemarin.
Alhamdulillah,abi lihat kamu sedang bahagia?” melihatku sambil tersenyum.
Biasa saja bi,tapi saya sedang mengagumi seseorang” jawaku dengan jujur.
Ya abi tahu maksudmu,tapi jangan dijadikan bumerang untuk menjatuhkan nilaimu ya,hal itu wajar namun jadikanlah itu untuk memacu semangatmu” tanggapan abi terhadap jawabanku.
iya abi “ jawabku malu.
Ya sudah segeralah tidur hari sudah larut malam” nasehat abi.
Setelah percakapan itu ,abiku kembali kekamarnya.Aku pun segera larut dalam alam yang membawaku dalam dunia angan .Dan seperti biasa ku terbangun di sepertiga malam.Sejenak ku panjatkan apa yang menjadi munajatku.Kala itu aku merasa hal yang ku alami hari-hari itu adalah cobaan yang harus kulalui.Disisi lain aku dapat lebih bersyukur dan memuji-Nya dengan mengakui bahwa memang benar DIA menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya.
Mengagumkan...
Gadis itu benar-benar sudah membuat aku selalu memuji-NYA. Kini aku bisa setiap hari bertemu denganya. Bahkan kemarin lusa aku berhasil berbincang denganya.Kala itu aku sedang bersepeda ria bersama umiku di alun-alun kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumaku..Tanpa sengaja botol minuman jatuh dari sepeda yang dinaiki Umiku.Dan aku pun bergegas mengambilnya .Setelah aku mengambil botol itu.Segera aku menghampiri umiku yang duduk dibawah ringin kembar di tengah taman alun-alun.bersama seorang gadis.
Pemandangan yang sangat menyegarkan ketika ku melihat Nur sedang berbincang dengan umiku dan aku masih berdiri lemas didekat umiku.Betapa konyolnya tingkahku saat itu,yang lebih mengherankan umiku begitu akrab denganya yanag membuatku merasa semakin mengagumi gadis itu.

Umi dengan siapa? “ ku panggil umiku dan basa-basi bertanya.
Iya tif mana botolnya ,umi haus,ini Nur !” sahut Umi.
Oh iya mi ini botolnya” ku jawab dengan nada yang tersendat –sendat.
Nur pun tersenyum terhadapku,Ku balas senyumanya dan aku mulai bertanya.....
lho ukhti kog disini?” tanyaku gugup.
Iya tadi saya membantu umi hampir jatuh dari sepeda” jawabnya dengan nada yang halus.
Alhamdulillah .. terima kasih ya” sahutku.
Iya sama-sama ,kalau begitu saya permisi dulu “ ia berpamitan.
Hati-hati ya nduk,terima kasih” Jawab Umiku.

Lagi dan Lagi dia tersenyum kepadaku eh bukan kali ini kepada umiku.Dan aku tercengang aku melihat bola matanya yang indah itu.Sungguh ini adalah sebagian rezeki yang malang melintang datang padaku.”Astagfirullah hal itu terulang lagi,subhanallah mengapa bidadari itu begitu indah dan mengagumkan ya Allah” bisik dalam hati.
Beruntung atau celakahlah diriku?” sempat terbesit tanya dihatiku.Setiap malam hanyalah bergumam tentang Nur ,Si gadis berjilbab yang mempesona.Betapa hebatnya lalki-laki yang berhak memilikimu kelak.Tak hanya indah diparas wajahmu namun indah juga akhlakmu.Jagalah keindahanmu wahai Nur.
Subhanallah .. begitu mengejutkan ,KAU telah izinkan aku untuk melihat wanita salihah perhiasan dunia yang sementara ini.Tutur katanya memancarkan cantiknya wanita muslimah yang ku inginkan kelak jadi pendmping ku dimasa yang Engkau kehendaki .Isi hatiku ketika a ku benar-benar mengagumi Makhluk Tuhan itu.Hidup ini sontak menjadi tantangan tersendiri disaat ku mulai merasakan indahnya hal yang merupakan anugerah-Nya.Untuk hidup ini aku mensyukuri atas semua hikmah dibalik kejadian ini.Betapa banyak pelajaran yang dapat aku posisikan agar menentukan jalan hidupku yang lebih baik.Indahnya dunia yang sempat membawaku terlena akan makhluk-Nya.Tersadar akan banyaknya limpahan keindahan dunia yang harus dijaga dan disyukuri.
Sungguh Luar Biasa...
Gadis itu telah mengubahku pintar merangkai kata ,menjadi seorang yang puitis.Dengan mengutamakan ibadah,mengaji serta diimbangi dengan budi luhur yang sopan dan santun. Kaulah yang mampu mengangkat derajat wanita muslimah Mungkin ini cobaanku dimana sekarang aku sudah beranjak naik kelas XII , namun aku menikmatinya. Sungguh aku penggemarnya, aku mengagumi sosok yang mampu menyimpan keindahanya, menjaga kehormatannya agar orang lain tak mampu menikmatinya dengan Cuma-Cuma. Dibalik jilbab itulah yang membuatku kian mengagumi Gadis Bergaun Surga .

Nur .... cahaya ....
Cahayamu memancarkan semua yang kulihat dari kodrat seoranng muslimah. Kau telah membuatku tak henti mengucap syukur pada-NYA.


Beruntunglah dirimu Nur......
Gadis yang mampu membuatku selalu tersenyum tak menentu .Gadis yang membuatku tak mampu berkedip kala memandangmu.. Cepatlah kamu pergi karena dengan terus memandangmu aku akan dosa. Tapi ku tafakuri ciptaan-NYA yang membuatku mengagumimu. Semoga tak hanya kamu wanita muslimah yang mampu menjaga jilbabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar